Perjalanan mudik yang panjang saat Lebaran kerap menguras tenaga. Terlebih, bagi para pengemudi yang harus menempuh perjalanan berjam-jam menuju kampung halaman. Kondisi fisik yang menurun akibat kelelahan dapat menjadi salah satu faktor yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Sebagai langkah antisipasi, Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur telah memetakan sejumlah titik lelah pemudik di berbagai jalur, baik di jalan tol maupun jalur arteri.
"Gambarannya bahwa pada jalan tol, kita identifikasi ada 3 titik lelah, jalur arteri pantura 3 titik lelah, arteri tengah 2 titik lelah, dan arteri selatan ada 2 titik lelah. Total terdapat 10 titik lelah yang perlu diwaspadai," jelas Direktur Dirlantas Polda Jatim Kombes Iwan Saktiadi, Kamis (12/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harapannya, pemudik dapat beristirahat sejenak pada titik-titik tersebut sebelum melanjutkan perjalanan.
Titik Lelah Pemudik di Jawa Timur
Titik lelah di Jawa Timur tersebar di berbagai daerah, baik di jalan tol maupun jalur arteri pantura, tengah, dan selatan.
Titik Lelah Jalan Tol
- Ruas Tol Semarang-Surabaya (Rest Area Ngawi KM 575 A/B)
- Ruas Tol Ngawi-Surabaya (Rest Area Mojokerto KM 725 A/726 B)
- Ruas Tol Pasuruan-Probolinggo (Rest Area Probolinggo KM 819)
- Ruas Tol Gending-Paiton
Titik Lelah Arteri Pantura
- Semarang-Surabaya (Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan)
- Semarang-Surabaya (Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan)
- Surabaya-Banyuwangi (Kecamatan Bungatan Pasir Putih, Kabupaten Situbondo)
Titik Lelah Arteri Tengah
- Ngawi-Selatan (Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo)
- Surabaya-Ngawi (Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun)
Titik Lelah Arteri Selatan
- Pacitan-Banyuwangi (Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung)
- Banyuwangi-Tulungagung (Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang)
Iwan Saktiadi mengimbau masyarakat yang akan mudik, untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, baik dari sisi kendaraan maupun kesehatan pengemudi. Beberapa imbauan tersebut di antaranya:
- Kendaraan yang digunakan harus dipastikan dalam kondisi layak jalan. Mulai dari sistem pengereman, kelistrikan, sistem kemudi, hingga kondisi ban. Semua harus diperiksa sebelum perjalanan dimulai.
- Pengemudi dalam kondisi fisik yang prima. Mengingat perjalanan mudik akan melelahkan, terlebih jika jaraknya jauh.
- Menentukan jalur yang akan dilalui serta memetakan lokasi rest area untuk beristirahat, tempat pengisian BBM, hingga fasilitas lain yang diperlukan selama perjalanan.
Iwan juga mengingatkan agar pengemudi tidak memaksakan diri saat merasa lelah. Ia menyarankan pengemudi untuk beristirahat setelah berkendara sekitar lima jam, atau tergantung kondisi di lapangan.
"Wajib istirahat, jangan dipaksakan. Karakteristik beberapa kejadian kecelakaan di jalan tol itu karena pengemudi tidak bisa menguasai kendaraan akibat kelelahan," tandasnya.
(auh/hil)
