Operasional 18 SPPG di Jember Di-Suspend BGN karena 2 Faktor Ini

Operasional 18 SPPG di Jember Di-Suspend BGN karena 2 Faktor Ini

Yakub Mulyono - detikJatim
Kamis, 12 Mar 2026 21:30 WIB
Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Jember.
Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Jember. (Foto: dok. Yakub Mulyono/detikJatim)
Jember -

Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan atau men-suspend operasional 18 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jember. Penangguhan operasional SPPG ini telah termuat dalam surat edaran yang terbit pada Rabu (11/3).

Staf Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Jember, Ihsan mengonfirmasi adanya suspend massal SPPG di Jember itu. Menurutnya, ada faktor administratif dan teknis yang belum terpenuhi oleh pengelola dapur.

"Ini kan dari edaran tanggal 11 kemarin ya. Sepahaman kami, ada tiga faktor dominan (penyebab suspensi), yaitu SLHS, IPAL dan Mess," kata Ihsan saat memberikan keterangan, Kamis (12/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ihsan menjelaskan bahwa mayoritas dapur yang terkena sanksi tersebut belum melengkapi komponen-komponen vital tersebut. Sehingga menyebabkan dapur tersebut harus berhenti beroperasi sementara.

"Dari dapur yang di-suspensi itu, ada dua (komponen) besar yang tidak punya. Salah satu faktornya itu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data KPPG Jember, kata dia, 18 dapur yang di-suspend tersebar di berbagai kecamatan. Yakni di Kecamatan Kaliwates, Ajung dan Rambipuji.

"Serta di Kecamatan Semboro, Pakusari, Bangsalsari, Puger, Tanggul, Jenggawah, Umbulsari, Panti, Sukowono, Sumberjambe, Silo, dan Sumbersari," paparnya.

"Nah, untuk keterangan lebih lanjutnya nanti lagi. Ngapunten masih kami perdalami lebih lanjut karena memang baru kemarin infonya itu dan juga kami ini masih lagi mencoba menghubungi masing-masing KSPPG-nya itu," tambahnya.

Saat ditanya sebelumnya ada 3 dapur di Jember yang lebih dulu disanksi penangguhan operasional oleh BGN, Ihsan menyatakan bahwa dapur-dapur itu saat ini sudah bisa beroperasi kembali.

"Tiga dapur yang di-suspend sebelumnya sudah bisa operasi. Karena memang suspensinya sendiri kan itu bersifat sementara," ungkapnya.

"Jadi sementara itu sambil berbenah kemarin itu udah bisa ya evaluasi dan lain-lain, itu sudah bisa mulai beroperasi lagi. Tapi kalau yang ini (18 dapur) sampai kapan suspend nya, kami masih belum tahu," tandasnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads