Arus mudik Lebaran 2026 di jalur darat Jawa Timur mulai diantisipasi. Jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol diprediksi meningkat signifikan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Ria Marlinda Paallo mengatakan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.
"18 Maret 2026 untuk puncak (arus mudik), sedangkan puncak baliknya di tanggal 24 Maret," kata Ria saat konferensi pers di Surabaya, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ria menjelaskan karakteristik arus mudik di wilayah timur Jawa Timur berbeda dibandingkan wilayah lainnya. Berdasarkan evaluasi lalu lintas sebelumnya, ada dua titik utama yang menjadi fokus pemantauan, yakni Gerbang Tol Warugunung dan Gerbang Tol Kejapanan Utama.
"Karakteristik yang kita dapatkan dan evaluasi dari perhitungan untuk volume lalu lintas, dilewatkan oleh kami di gerbang tol Warugunung itu prediksi puncaknya terjadi pada Sabtu 21 Maret. Dengan koreksi 82 persen dari normal jumlahnya yaitu sekitar 36.675 kendaraan yang akan melewati gerbang Tol Warugunung," ujarnya.
"Sedangkan titik kedua yaitu Kejapanan Utama. Prediksi puncak mudiknya itu akan terjadi di Minggu 22 Maret atau H+1 lebaran ya. Jadi kalau dihitung tanggal 21 adalah hari H lebaran atau H+1 lebaran tanggal 22," imbuhnya.
Ria menjelaskan kepadatan lalu lintas pada tanggal tersebut dipicu oleh meningkatnya perjalanan silaturahmi masyarakat setelah Hari Raya Idul Fitri. Berdasarkan evaluasi pada tahun-tahun sebelumnya, arus kendaraan untuk kegiatan silaturahmi cukup tinggi di kedua gerbang tol tersebut.
Untuk periode arus balik, Jasamarga juga memproyeksikan lonjakan kendaraan masih akan terjadi di dua titik yang sama, yakni Gerbang Tol Warugunung dan Kejapanan Utama pada 24 Maret 2026.
"Kenaikan asumsi kami yaitu di atas 120% dari normal. Jadi memang lonjakannya cukup tinggi dan antisipasi dari kami akan kami lakukan. Jadi inilah luas Jasamarga Trans Jawa Tol Group di wilayah Jatim ditambah dengan ada yang masih fungsional yaitu Jasa Marga Probolinggo Banyuwangi," tuturnya.
(auh/abq)











































