Antisipasi peningkatan volume kendaraan selama musim mudik dan perayaan lebaran di Tulungagung mulai dilakukan. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung telah mendeteksi sejumlah simpul kepadatan di wilayah dalam kota.
Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik Nabila mengatakan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 ini kepolisian menerjunkan 397 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Kementerian Perhubungan, organisasi radio amatir, juga Pramuka.
"Khusus untuk Polri ada 268 personel yang terlibat, sisanya dari instansi samping," kata AKP M Taufik, Kamis (12/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memaksimalkan pengamanan, polisi telah membangun empat pos pengamanan (pos pam) dan satu unit pos pelayanan (pos yan) yang terdiri dari Posyan Lembupeteng, Pospam Cuwiri, Pospam Terminal Gayatri, Pospam Bandung, dan Pospam Besuki.
"Kalau prioritas pengamanan kami ada dua, di dalam kota dan di JLS (Jalur Lintas Selatan). Makanya kami akan buat empat titik tim urai di wilayah utara, barat, timur dan selatan," ujarnya.
Di wilayah utara tim urai berada di Ngantru. Di wilayah timur tim urai difokuskan di Pasar Ngunut. Di wilayah barat akan ditempatkan di simpang Jetakan, dan selatan di jalur Bandung-Besuki. Sementara itu titik rawan kemacetan diprediksi akan terjadi di Simpang Empat Cuwiri dan jembatan Lembupeteng.
"Cuwiri itu adalah akses alternatif menuju ke Kediri dan dalam kota, sedangkan di Lembupeteng itu biasanya terjadi di jembatan karena adanya penyempitan dan persimpangan ganda," jelasnya.
Untuk pihaknya telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas di beberapa simpul tersebut. Khusus di Jembatan Lembupeteng biasanya menonaktifkan dua persimpangan di samping jembatan fengan memasang pembatas jalan.
"Harapannya kendaraan tidak berhenti di jembatan," imbuhnya.
Sementara itu ruas Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung-Trenggalek juga menjadi salah satu prioritas pengamanan. Di lokasi itu biasanya akan terjadi peningkatan volume kendaraan pada libur lebaran, terutama saat sore hari atau jam pulang berwisata.
"Rekayasa lalu lintasnya tentatif tergantung kondisi, kalau memang padat akan kami akan terapkan contra flow," kata Taufik.
Namun, pihaknya memprediksi kepadatan arus lalu lintas di JLS Tulungagung-Trenggalek tahun ini tidak seramai pada momen tahun baru. Di sisi lain saat ini muncul alternatif destinasi wisata di JLS Sine.
"Konsentrasi akan terpecah, tapi kami tetap antisipasi karena JLS Tulungagung-Trenggalek itu merupakan akses ke destinasi eksisting yang menjadi favorit warga, seperti Pantai Mutiara dan Pasir Putih Trenggalek serta Pantai Gemah dan Midodaren Tulungagung," imbuhnya.
Pihaknya juga optimistis kemacetan di wilayah JLS akan mudah terurai karena saat ini ruas jalan utama Ngentrong, Tulungagung telah dilakukan perbaikan.
"Kalau dulu hanya lewat Bandung, sekarang bisa lewat Ngentrong, Campurdarat," ujarnya.
