Masa angkutan Lebaran Idul Fitri untuk moda transportasi kereta api mulai berlangsung hari ini. Puncak arus mudik sendiri diprediksi pada 18 Maret 2026.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan, pada hari pertama masa angkutan lebaran, jumlah penumpang mudik belum terlihat signifikan.
"Cuma ketika kita lihat datanya itu mulai ada sedikit peningkatan dari tanggal 13 Maret, ada peningkatan jika dibandingkan dengan hari biasa," kata Mahendro kepada wartawan di Stasiun Gubeng, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 Idul Fitri yang sesuai dengan tanggalan nasional.
"Puncaknya berdasarkan data sementara kami itu terjadi di tanggal 18 Maret ada 24.000 lebih penumpang yang akan berangkat dari stasiun-stasiun wilayah Daop 8, Surabaya," ujarnya.
Terkait ketersediaan tiket, berdasarkan data hari ini, sudah terjual 319.010 tiket terjual atau sekitar 57% dari total kapasitas 561.528 tempat duduk untuk periode keberangkatan 11 Maret sampai 1 April dari wilayah Daop 8 Surabaya.
Selama masa Angkutan Lebaran 2026, Daop 8 Surabaya mengoperasikan 59 perjalanan KA jarak jauh per hari. Jumlah tersebut terdiri dari 49 KA reguler, 5 KA tambahan dari Stasiun Surabaya Gubeng, 3 KA tambahan dari Stasiun Surabaya Pasarturi, serta 2 KA tambahan dari Stasiun Malang.
"Penambahan perjalanan ini dilakukan untuk mengakomodasi peningkatan mobilitas masyarakat secara optimal," pungkasnya.
(auh/hil)











































