Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini membuat sejumlah pemudik merasa khawatir akan kenyamanan selama perjalanan mudik. Mengingat kondisi cuaca juga menjadi salah satu faktor penentu keselamatan dan keamanan saat mudik.
Berdasar informasi prospek cuaca mingguan Jawa Timur yang diunggah di Instagram @infobmkgjuanda, sebagian besar wilayah di Jatim sudah tidak lagi disapa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang hingga Minggu (15/3/2026).
Namun tetap, kewaspadaan terhadap hujan mendadak terutama pada daerah lereng-lereng gunung harus ditingkatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi mengaku kepolisian telah bekerja sama dengan BMKG untuk memantau cuaca selama mudik Lebaran agar perjalanan warga dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Oleh karena itu, ia memberikan beberapa imbauan terkait berkendara saat menghadapi hujan di perjalanan.
"Pastikan bahwa wiper mobil berfungsi dengan baik. Kemudian gunakan penerangan," ujarnya kepada detikJatim, Selasa (10/3/2026).
Selain itu, Iwan mengimbau masyarakat untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan saat hujan tiba. Terkhusus saat melewati lintasan yang cukup ekstrem seperti kawasan Pacet atau jalur menuju Bromo lewat Probolinggo. Sebab, jalanan akan menjadi lebih licin saat hujan tiba.
Melengkapi imbauan tersebut, BMKG juga meminta masyarakat untuk menghindari daerah rawan bencana longsor dan banjir, terutama saat siang atau malam hari di mana potensi cuaca ekstrem bisa sewaktu-waktu terjadi.
Pihak kepolisian bersama BMKG dan instansi-instansi terkait lainnya akan terus memperbarui informasi perkembangan cuaca selama masa mudik agar perjalanan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
"Tetap kami akan update (cuaca dan keadaan jalan) di setiap daerah, demikian juga dengan BMKG. Jika nanti sewaktu-waktu ada perubahan anomali yang akan terjadi yang sifatnya ekstrem, harus diwaspadai saat berkendara," ungkap Iwan.
Adapun masyarakat dapat mengetahui informasi seputar cuaca terkini di berbagai wilayah termasuk Jawa Timur melalui aplikasi 'Info BMKG', sms blasting BMKG-KOMDIGI, media sosial @infobmkgjuanda serta call center 196.
(auh/irb)











































