Polda Jatim Siagakan Petugas di Titik Lelah dan Rawan Laka Pemudik

Polda Jatim Siagakan Petugas di Titik Lelah dan Rawan Laka Pemudik

Aprilia Devi - detikJatim
Selasa, 10 Mar 2026 10:45 WIB
Ditlantas Polda Jatim
Dirlantas Polda Jatim Kombes Iwan/Foto: Raihan Akbar Mahendra/detikJatim
Surabaya -

Polda Jawa Timur mengingatkan para pemudik agar mewaspadai titik rawan kecelakaan hingga titik lelah selama perjalanan mudik Lebaran. Polisi memastikan seluruh jalur utama, baik tol maupun arteri di Jatim, telah dipetakan sejak sebulan terakhir.

Pemetaan tersebut mencakup lokasi rawan macet, kecelakaan, pelanggaran, hingga titik istirahat pemudik. Data itu juga telah dibagikan ke seluruh polres di Jatim sebagai dasar penempatan personel dan langkah antisipasi di lapangan.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Iwan Saktiadi mengungkapkan, pemetaan rute, kawasan rawan laka, hingga titik lelah pemudik telah berlangsung sejak Februari 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah bahkan sebulan yang lalu ya kita sudah menyiapkan segala sesuatunya, kita memprediksi ya tugasnya polisi kan sesuai dengan programnya Bapak Kapolri, slogannya kan presisi ya, prediktif, nah ini salah satunya merupakan hal yang sangat menjadi andalan kita konsen kita untuk mengantisipasi jangan sampai itu (kecelakaan) terjadi," kata Iwan saat kepada detikJatim, Selasa (10/3/2026).

ADVERTISEMENT

Terkait jalur tol maupun non tol, Iwan memastikan seluruhnya tak luput dari pemetaan. Mulai dari Bojonegoro hingga Banyuwangi.

"Non tol itu ada arteri Pantura di Tuban, ada arteri tengah, ada arteri selatan. Nah jadi kita cukup kalau kita bicara Jatim itu hectic. Karena apa? panjang jalan arteri Jawa Timur itu 1231,36 km, sementara tolnya adalah 614,60 km," ujarnya.

Iwan mengatakan, pemetaan tak bisa dilakukan secara asal-asalan dan instan. Menurutnya, dibutuhkan prediksi dan kesiapan yang tepat.

"Saya memberikan gambaran sedikit, gambarannya bahwa pada jalan tol nanti ada kita mengidentifikasi ada 3 titik lelah. Pada jalur arteri, pantura juga ada 3 titik lelah, arteri tengah ada 2 titik lelah, dan arteri selatan ada 10 titik lelah, ini jika kita bicara titik lelah perjalanan kemudian titik kerawanan, kita sudah petakan pada lintas utara, ini masing-masing kota kabupaten juga sudah kita mapping, di mana lintas utara itu ada 15 lokasi yang rawan macet, 14 lokasi rawan laka, 33 lokasi rawan pelanggaran, lintas tengah ada 16 lokasi rawan macet, 14 lokasi rawan laka, dan 21 lokasi rawan pelanggaran, dan termasuk nanti Banyuwangi, Madura dan lain sebagainya ini sudah kita mapping," imbuhnya.

Polisi dengan 3 melati di pundaknya itu menuturkan, hasil dari pemetaan tersebut sudah didistribusikan ke masing-masing polres. Artinya, masing-masing polres yang nanti yang akan mengambil langkah taktis di lapangan.

Iwan menyatakan, beberapa daerah memiliki karakteristik yang berbeda. Maka dari itu, treatment atau perlakuan personel pada masing-masing wilayah dipastikan berbeda-beda.

"Sebagai contoh misalnya misalnya saya bicara Tuban, itu mempunyai daerah yang rawan laka yaitu Pantura Baturetno Kecamatan Tuban. Nah di titik itu nanti pada jam-jam rawan yang kita petakan itu polres akan mungkin mendorong anggotanya untuk patroli mengantisipasi, sebagai contoh karakter di situ adalah jalan luas mengurangi pandangan bebas jalannya lurus panjang, mulus akhirnya abai kecepatan, over speed. Nah kita intervensi dengan datanya petugas nah seperti itu ya," tutupnya.



(hil/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads