BBPOM Ungkap Temuan Selama Sidak Takjil di Nganjuk

BBPOM Ungkap Temuan Selama Sidak Takjil di Nganjuk

Bakrie - detikJatim
Selasa, 10 Mar 2026 22:15 WIB
Sidak takjil di Alun-alun Nganjuk oleh BBPOM dan Dinkes dipimpin Bupati Marhaen Djumadi
Sidak takjil di Alun-alun Nganjuk oleh BBPOM dan Dinkes dipimpin Bupati Marhaen Djumadi. (Foto: Bakrie/detikJatim)
Nganjuk -

Balai Besar POM (BBPOM) di Surabaya bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk mengungkap temuannya selama sidak takjil di Bumi Anjuk Ladang.

BBPOM bersama Dinas Kesehatan Nganjuk kali ini sidak ke sejumlah stand takjil yang ada di alun-alun. Sidak dipimpin Bupati Marhaen Djumadi.

Dari 25 sampel makanan dan minuman yang diuji di lokasi tersebut, seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat dan tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian, dari pemeriksaan yang dilakukan di sejumlah kecamatan di Nganjuk sejak awal ramadan, petugas masih menemukan beberapa makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti boraks, Rhodamin B, Methanyl Yellow, dan formalin.

ADVERTISEMENT

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, temuan tersebut sebagian besar berada di Kecamatan Patianrowo dengan 8 jenis makanan terindikasi, antara lain bakso ikan, mie gulung sosis merah, sosis bintang dan scalop bintang yang mengandung boraks, kolang-kaling berwarna yang mengandung Methanyl Yellow, ayam bumbu kuning yang mengandung Methanyl Yellow dan formalin, serta tahu balado yang mengandung Rhodamin B.

Ditemukan pula cenil merah mengandung formalin di Kecamatan Bagor dan es cincau hitam mengandung formalin di Kecamatan Ngronggot.

"Dari temuan ini kita lakukan pembinaan terlebih dahulu, karena sebagian besar pelaku usaha merupakan UMKM kecil yang mungkin belum memahami bahaya bahan tersebut. Tapi kalau masih diulangi lagi, tentu akan kita beri sanksi tegas," ujar Bupati Marhaen.

Sementara Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM di Surabaya, Fanina Agustiani menyampaikan hasil pengujian di Alun-Alun Nganjuk menunjukkan seluruh sampel yang diambil aman dikonsumsi.

"Dari 25 sampel yang kami ambil hari ini, alhamdulillah semuanya memenuhi syarat dan tidak terdeteksi bahan berbahaya," ujarnya.

Sedangkan Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Nganjuk, IK Wijaya menambahkan, para pedagang yang produknya positif telah didata dan diberikan pembinaan, agar tidak lagi menggunakan bahan tambahan pangan berbahaya.

"Kami sudah memiliki data by name pedagangnya dan petugas puskesmas sudah datang kembali untuk memberikan edukasi tentang bahaya bahan tersebut. Mereka juga berkomitmen untuk memperbaiki produknya," ujarnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads