Tadarus Politik Gen Z yang digelar DPD Partai Gerindra Jatim memasuki edisi akhir pada Bulan Ramadan 1447 H ini. Pada edisi ke-5 ini, dua kader muda Gerindra yang juga menjabat sebagai kepala daerah, hadir untuk berbagi ilmu kepada anak-anak muda.
Tadarus Politik Gen Z edisi pamungkas ini mengambil tema 'Gen Z dan Politik Pariwisata: Penonton Atau Penggerak Perubahan'.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyebut, banyak peluang-peluang anak muda khususnya di sektor pariwisata yang bisa dioptimalkan untuk menjadi penghasilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sampaikan peluang-peluang Gen Z di era modernisasi ini. Karena pariwisata ini tidak terlepas dari digitalisasi, makanya peran teman-teman Gen Z dengan digitalisasi ini sangat tidak awam, mereka tiap hari hampir berkutatnya di dunia digital," kata Heli di Kantor Gerindra Jatim, Senin (9/3/2026).
Heli membeberkan, banyak Gen Z yang berminat bekerja di dunia pariwisata khususnya membantu dalam branding wisata suatu daerah.
"Ada beberapa kegiatan yang dilakukan di Gen Z Kota Batu, salah satunya ada inkubator bisnis, co-working space. Harapan kami teman-teman Gen Z ini kan tidak hanya berkutat di media sosial atau digital, tapi secara konkret ikut terjun dalam dunia wisata," jelasnya.
"Saya contohkan di Batu sudah banyak yang dilakukan, karena kita Kota Batu ini unik, ada 19 desa. Rata-rata pelaku wisata itu adalah teman-teman Gen Z dan milenial tentunya. Salah satunya yaitu tour guide didominasi oleh anak-anak Gen Z dan milenial. Di desa wisata itu kan ada one village one product, itu rata-rata anak-anak Gen Z juga yang bikin," tambahnya.
Ketua DPC Gerindra Kota Batu ini berharap, Gen Z terus aktif di dunia pariwisata dan terjun langsung selain menggarap sektor digital.
"Jadi Gen Z itu lebih diberikan tantangan. Kalau disuruh bertani itu mereka kan mungkin kurang minat, tapi kalau mereka diajak untuk challenge, berikan tantangan, ayo bikin pariwisata ini berkembang dan go international pasti semangat," tanbahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba berpesan agar anak muda terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi daerahnya masing-masing.
"Kami senantiasa mengajak Gen Z ini supaya menjadi berpartisipasi pada perubahan daerah maupun nasional maupun internasional. Harapan kami khususnya Gen Z, anak muda supaya bisa dapat melakukan perubahan dan juga dengan cara berpolitik. Dan kami mengupayakan supaya pikiran-pikiran Gen Z ini dapat memberi manfaat kepada kecilnya saja daerahnya masing-masing," jelasnya.
"Partai Gerindra senantiasa mengupayakan anak-anak muda ini melek politik untuk kebaikan-kebaikan untuk daerahnya masing-masing," lanjutnya.
Elim menyebut di Kota Blitar banyak sekali anak-anak muda Gen Z. Dirinya bahkan banyak merangkul Gen Z untuk dilibatkan dalam pembangunan daerah.
"Tentu kami selalu merangkul mereka berpartisipasi dalam segala kegiatan pemkot, segala pengambilan kebijakan dan lain-lain. Karena mereka ini banyak sekali ide-ide kreatif, bahkan harapan-harapan daerah kita khususnya di Kota Blitar untuk ke depan itu seperti apa, mau dibawa ke mana itu dari pemikiran mereka," jelasnya.
"Anak muda punya peran penting dalam digitalisasi. Jadi kami mengupayakan anak muda ini supaya tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi penggerak. Mereka tidak hanya bersosial media, adu jempol, tapi mereka juga ada ide-ide kreatif yang untuk membangun kota-kota mereka lah, daerah-daerah mereka, khususnya di Kota Blitar," tambahnya.
Elim menyebut peran Gen Z cukup besar dalam proses pembentukan wisata-wisata baru. "Kami selalu koordinasi dengan kolaborasi dengan para anak-anak muda, apa yang perlu kita bangun untuk Kota Blitar? Karena tentu saja mereka ya yang lebih tahu apa yang dibutuhkan Gen Z ini, contohnya pariwisata yang estetik atau dan lain-lain," jelasnya.
"Dan juga kami secara menyebarluaskan supaya membawa pariwisata Kota Blitar ini supaya lebih terkenal dipandang oleh nasional maupun internasional itu sangat membutuhkan Gen Z melalui sosial media-sosial media yang ada. Jadi mereka ini melalui konten-konten yang tidak hanya negatif, tapi kami ingin Gen Z ini berperan aktif dalam konten positif-positif, salah satunya untuk menyebarluaskan pariwisata di Kota Blitar," tambahnya.
"Dan lagi, karena pariwisata ini tidak jauh dari sampah. Nah, ini peran Gen Z ini sangat luar biasa. Di Kota Blitar ini banyak sekali organisasi-organisasi anak muda yang ternyata mereka sangat konsen kepada sampah. Jadi setiap kurun waktu tertentu mereka ada perkumpulan-perkumpulan ini peduli dengan sampah, contoh dipilah-pilah, memilah-milah sampah, organisasi-organisasi dikumpulkan, dan itu sangat bagus dan itu sangat berefek pada lingkungan," lanjutnya.
Elim berharap, Tadarus Politik Gen Z dapat diadakan secara rutin. Sebab, anak-anak muda khususnya Gen Z banyak yang ingin terjun ke politik tapi kebingungan untuk memulai.
"Maka dari itu, kami dari kader Gerindra dan juga kami yang sudah turun langsung praktisi, kami ingin memberi sharing lah, kami ingin memberi apa saja yang pernah kita lalui, pengalaman-pengalaman kita, apa ilmu-ilmu yang kita dapat, kita ingin share kepada mereka anak-anak muda supaya dapat berkarya lebih maksimal," tandasnya.
(auh/hil)
