Ini Carissa Devina, Arek Surabaya yang Muncul di Drakor The Art of Sarah

Ini Carissa Devina, Arek Surabaya yang Muncul di Drakor The Art of Sarah

Anastasia Trifena - detikJatim
Selasa, 10 Mar 2026 04:40 WIB
Carissa Devina Tancho
Carissa Devina Tancho. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Siapa sangka ada arek Suroboyo yang ikut tampil dalam drama Korea yang tengah ramai dibicarakan, The Art of Sarah. Namanya adalah Carissa Devina Tancho, perempuan asal Surabaya Timur yang kini merintis karier akting di industri hiburan Korea Selatan.

Dalam drama itu, Carissa muncul sebagai pekerja di pabrik tas bersama sejumlah aktor pendukung lainnya. Bahkan ia sempat berada dalam satu frame dengan sang bintang utama, Shin Hye Sun.

Perjalanan Carissa hingga bisa tampil dalam drama Korea bermula saat ia datang ke Korea pada 2018 silam untuk mempelajari bahasa Korea.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku awal datang ke sini tahun 2018 untuk belajar bahasa Korea. Terus karena aku orangnya aktif ya. Aku ikut komunitas yang isinya orang-orang Indonesia di Korea. Di situ mereka post semua informasi pekerjaan gitu," ujar Carissa kepada detikJatim.

Suatu hari, ia menemukan informasi casting dari grup tersebut. Informasi itu awalnya hanya untuk proyek kecil milik mahasiswa jurusan film. Meski demikian, Carissa tetap mencoba mendaftar karena memiliki minat pada dunia akting sejak lama.

ADVERTISEMENT

"Ya itu, aku emang dari dulu sukanya acting, cuman kayak terpendam gitulah. Tapi waktu ada informasi itu (casting) aku kayak mau (coba) gitu," urainya.

Tak disangka, ia dipanggil untuk mengikuti wawancara hingga akhirnya mendapatkan peran. Dari situlah Carissa mulai mencoba berbagai kesempatan dunia akting di Korea Selatan.

Carissa mengungkapkan pengalaman pertamanya di drama Korea adalah saat terlibat dalam serial Racket Boys sebagai penonton dalam adegan pertandingan.

"Aku waktu itu ikut syuting drama pertama itu Racket Boys, aku jadi penonton. Jadi nggak kelihatan," ucapnya sembari tertawa kecil.

Ia menjelaskan dalam produksi drama Korea terdapat beberapa jenis peran bagi aktor pendukung. Selain extra yang biasanya hanya muncul sebagai latar dalam adegan keramaian, ada pula peran image yang tampil lebih jelas di layar maupun di samping pemeran utama. Carissa pernah menjalani keduanya.

Seiring waktu, ia mulai terlibat dalam berbagai produksi drama Korea lainnya. Beberapa proyek yang pernah melibatkan Carissa antara lain Racket Boys, Big Bet (Casino), ⁠Typhoon Family, ProBono, hingga The Art Of Sarah.

Carissa (ujung kiri) berada satu frame dengan aktris utama, Shin Hye Sun (baju putih)Carissa (ujung kiri) berada satu frame dengan aktris utama, Shin Hye Sun (baju putih). (Foto: Istimewa)

Dalam proyek terbarunya, The Art of Sarah, Carissa menjalani proses produksi selama beberapa hari. Ia bahkan harus mengikuti pelatihan khusus sebelum proses pengambilan gambar.

"Aku kayaknya 4 hari itu (syutingnya), terus 1 hari khusus di luar itu training di tempat buat tas gitu lah. Belajar pakai mesin jahit, ngelem, motong kulit tas," ujarnya.

Pelatihan tersebut dilakukan agar para figuran bisa memahami aktivitas yang harus dilakukan dalam adegan sebagai pekerja di pabrik tas. Carissa menyebut proses produksi drama Korea memang sangat memerhatikan detail dan hal-hal kecil di latar adegan agar para aktor tidak nampak kaku saat syuting berlangsung.

Tantangan lainnya datang dari komentar warganet yang menganggap remeh peran pemain pendukung. Ia berharap penonton bisa lebih menghargai setiap peran, sekecil apa pun, dalam sebuah produksi film maupun drama.

"Untuk orang yang suka mengkritik apa lagi menghujat. Tolong talenta, penampilan sekecil apapun di film, sesebentar apapun tetap dihargain. Jangan malah di komentarin 'cuman nongol sekilas gitu doang', 'dia ngga ada dialog', dan lain-lain," curhatnya.

Padahal ada proses panjang yang harus dilalui para aktor sebelum akhirnya bisa tampil di layar.

"Mereka nggak tahu kan persiapan kita, secapek apa kita pas shooting, sesusah apa proses seleksinya. Jadi semoga ke depannya bisa lebih dihargai," imbuh Carissa.

Sebelum serius menekuni dunia akting, Carissa mengaku mempelajarinya secara otodidak. ia memiliki latar belakang di bidang dance yang kemudian membantunya mengekspresikan diri saat tampil di depan kamera.

Dalam bidang pendidikan, ia tidak menempuh jurusan yang benar-benar selinear. Studi sarjana diselesaikannya di Singapore Institute of Management (SIM) sedangkan gelar magister diperoleh Carissa dari Dankook University dengan jurusan Communication and Advertising.

Kini Carissa masih dan semakin aktif mengikuti berbagai audisi serta kelas akting untuk meningkatkan kemampuannya di industri hiburan Korea Selatan. Terkhusus untuk menjadi seorang action stunt.

Selain berakting, ia juga menjalani berbagai aktivitas lain di dunia hiburan seperti membuat konten media sosial, modeling, hingga kolaborasi dengan sejumlah brand di Korea Selatan. Ke depan, Carissa berharap bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk berkarya di dunia akting.

"Aku bersyukur banget buat antusias teman-teman. Terutama untuk yang bilang 'bangga', thank you. Aku akan berusaha semaksimalku untuk bisa menghibur lagi, lebih banyak lagi lewat karya-karya, lewat projek-projek lainnya," tandasnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads