Waspada! Jelang Lebaran Marak Penipuan Lewat WA dan SMS

Waspada! Jelang Lebaran Marak Penipuan Lewat WA dan SMS

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 10 Mar 2026 02:20 WIB
Pakar IT Sistem Teknologi Informasi (Sistekin) Untag  Surabaya, Supangat.
Pakar IT Sistem Teknologi Informasi (Sistekin) Untag Surabaya, Supangat. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Menjelang Lebaran Idul Fitri, masyarakat diminta waspada akan penipuan lewat pesan WhatsApp (WA) dan SMS. Biasanya penipu memanfaatkan nama pejabat, dosen, hingga orang terdekat untuk mengelabui korban.

Pakar Informasi Teknologi (IT) dari Sistem Teknologi Informasi (Sistekin) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat mengatakan, biasanya pelaku mengirim pesan yang membuat penerima panik, dan percaya. Yakni mengaku sebagai teman, keluarga, pejabat, hingga pihak tertentu yang sedang dalam kondisi darurat.

Ketika korban dirasa percaya, lalu diminta diminta mengklik tautan tertentu atau mengunduh file. Namun sebenarnya tautan tersebut berbahaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Modus penipuan lewat nomor HP, baik via WhatsApp maupun SMS, sekarang makin kreatif dan sering kali menekan psikologis kita," kata Supangat, Senin (9/3/2026).

Wakil Rektor III Untag Surabaya itu mengatakan, mengingatkan masyarakat yang mendapat pesan dari nomor tidak dikenal untuk tak langsung menanggapi. Apalagi jika langsung memberikan tautan atau file dengan format tertentu.

ADVERTISEMENT

Supangat pun membagikan 4 hal yang dapat dilakukan untuk merespons sebagai upaya pencegahan penipuan.

Pertama, penerima pesan tidak langsung membuka tautan atau mengunduh file yang dikirimkan oleh nomor tak dikenal. Terutama file dengan format .apk kerap digunakan untuk menyisipkan aplikasi berbahaya.

Kedua, disarankan untuk memeriksa identitas nomor pengirim melalui aplikasi pengecek nomor seperti GetContact atau Truecaller. Tujuannya untuk memastikan pemilik nomor penipu atau bukan.

"Jika banyak yang menandai sebagai 'penipu', maka segera blokir nomor tersebut," ujarnya.

Ketiga, Supangat mengingatkan pentingnya verifikasi langsung. Bila penipu yang mengaku teman atau keluarga dalam keadaan darurat, matikan telepon atau tidak langsung merespons pesan dan segera hubungi nomor asli mereka atau orang terdekat lainnya.

Keempat, pentingnya menjaga data rahasia. Sebab, pihak resmi seperti bank hingga marketplace tidak pernah meminta kode OTP, PIN, atau password lewat pesan singkat.

"Semoga masyarakat bisa lebih paham dan hati-hati pada segala bentuk modus penipuan, apalagi menjelang Lebaran Idul Fitri," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads