Surat yang Dianjurkan Dibaca Saat Lailatul Qadar

Surat yang Dianjurkan Dibaca Saat Lailatul Qadar

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Senin, 09 Mar 2026 01:00 WIB
Ilustrasi malam Lailatul Qadar.
Ilustrasi malam Lailatul Qadar. Foto: Pradita Utama
Surabaya -

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadan. Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa malam ini memiliki keutamaan yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, dan membaca Al-Qur'an.

Umumnya tak ada anjuran surat yang wajib dibaca, secara yang paling utama adalah memperbanyak membaca Al-Quran. Namun, ada beberapa surah yang paling dianjurkan dibaca untuk mengejar keberkahan Lailatul Qadar.

Surat yang Dianjurkan Dibaca Saat Malam Lailatul Qadar

Beberapa surat Al-Qur'an sering dianjurkan untuk dibaca saat malam Lailatul Qadar karena memiliki kaitan langsung dengan keutamaan malam tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Surat Al-Qadr

Ini adalah surat utama yang dianjurkan dibaca karena surat ini menjelaskan tentang kemuliaan malam Lailatul Qadar serta turunnya pada malaikat pada malam tersebut.

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

ADVERTISEMENT

Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr.
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar."

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ

Wa mā adrāka mā lailatul-qadr.
"Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?"

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

Lailatul-qadri khairum min alfi syahr.
"Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan."

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ

Tanazzalul-malā'ikatu war-rūḥu fīhā bi'idzni rabbihim, ming kulli amr.
"Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."

سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ

Salāmun hiya ḫattā mathla'il-fajr.
"Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar."

2. Surat Al-Ikhlas

Surat Al-Ikhlas juga dianjurkan dibaca 7 kali dalam rakaat shalat malam Lailatul Qadar. Hal ini didasarkan dari riwayat dari Ibnu Abbas RA di kitab Durratun Nashihin. Dijelaskan pula bahwa setelah shalat, dianjurkan membaca istighfar "Astaghfirullaha wa atubu ilayhi" sebanyak 70 kali.

Meski begitu, riwayat ini berstatus dhaif (lemah), tetapi sebagian ulama tetap mengamalkannya sebagai amalan tambahan untuk memperoleh keberkahan.

3. Surat Ad-Dukhan

Sebagian ulama juga menganjurkan membaca Surat Ad-Dukhan ayat 2-3, karena ayat ini menyebut turunnya Al-Qur'an pada malam yang diberkahi.

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ ۝٣

innâ anzalnâhu fî lailatim mubârakatin innâ kunnâ mundzirîn

Artinya: Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatulqadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan.

Doa yang Dianjurkan Dibaca Saat Lailatul Qadar

Selain membaca Al-Qur'an, Rasulullah juga mengajarkan doa khusus yang sangat dianjurkan dibaca saat Lailatul Qadar. Doa ini diriwayatkan dari Aisyah RA dalam hadis yang sahih.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku. (HR. Ibnu Majah no. 3.850)

Doa ini sangat dianjurkan karena Rasulullah sendiri yang mengajarkannya kepada Aisyah ketika bertanya tentang doa yang dibaca saat Lailatul Qadar.

Waktu Turunnya Malam Lailatul Qadar

Waktu pastinya dirahasiakan. Namun, dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi, Lailatul Qadar dicari di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Aisyah RA. Rasulullah SAW bersabda agar umatnya bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar di malam ganjil pada 10 malam terakhir Ramadhan.

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَعَنْ عَائِشَةَ فِي الْوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Arab Latin: Taharrāw lailatal-qadri wa 'an 'Āisyata fil-witri minal-'asyri al-awākhiri min Ramaḍān.

Artinya: "Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan." (HR Bukhari)

Jika dilihat dari perhitungan awal Ramadhan 1447 H yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, kemungkinan malam-malam ganjil tersebut jatuh pada tanggal berikut.

  • Malam 21 Ramadan: Selasa 10 Maret 2026 malam
  • Malam 23 Ramadan: Kamis 12 Maret 2026 malam
  • Malam 25 Ramadan: Sabtu 14 Maret 2026 malam
  • Malam 27 Ramadan: Senin 16 Maret 2026 malam
  • Malam 29 Ramadan: Rabu 18 Maret 2026 malam

Amalan di Malam Lailatul Qadar

Para ulama Mazhab Syafi'i dalam Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi juga menganjurkan perbanyak amalan pada malam tersebut. Seperti, membaca Al-Qur'an dan juga zikir pada waktu dan tempat yang dimuliakan. Selain itu, disunahkan untuk mengamalkan ibadah berikut.

1. Menghadiri Salat Berjemaah

Dijelaskan oleh Abu Maryam Kautsar Amru dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadan, dianjurkan untuk menegakkan shalat Isya dan Subuh berjamaah.

Hal ini juga dipertegas oleh ulama besar Imam Syafi'i dalam Latha-if Al-Ma'arif yang berpendapat bahwa orang yang menghadiri salat Isya dan Subuh berjamaah sudah termasuk dalam bagian orang-orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar.

مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ وَ الصُّبْحَ لَيْلَةَ القَدْرِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا

Artinya: "Siapa yang menghadiri salat Isya dan shalat Subuh pada malam Lailatul Qadar maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut."

Pernyataan tersebut juga disandarkan dari sabda Rasulullah SAW yang diceritakan oleh Utsman bin Affan RA. Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

Artinya: "Siapa yang menghadiri salat Isya berjamaah, maka baginya pahala salat separuh malam. Siapa yang melaksanakan salat Isya dan Subuh berjamaah, maka baginya pahala salat semalam penuh." (HR Muslim dan Tirmidzi)

2. Melaksanakan Qiyamul Lail

Sabda Rasulullah SAW yang diceritakan Abu Hurairah RA, menjelaskan bahwa

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barang siapa yang bangun menegakkan salat malam di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mencari ridha Allah maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni." (HR Bukhari dan Muslim)

3. Iktikaf

Iktikaf adalah ibadah yang dicirikan dengan berdiam diri di dalam masjid dan menjadi salah satu amalan malam Lailatul Qadar. Berdiam diri merujuk pada tidak keluar masjid karena sibuk melakukan amalan saat itikaf seperti ibadah wajib dan sunnah.

Pengamalan iktikaf pada malam Lailatul Qadar didasarkan dari hadits yang diceritakan Aisyah RA. Dikisahkan, Nabi Muhammad SAW melakukan itikaf selama 10 hari terakhir bulan Ramadan.

"Nabi SAW melakukan itikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan itikaf setelah beliau wafat." (HR Muslim)

4. Membaca Doa Lailatul Qadar

Doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Nasa'i, dan Imam Ibnu Majah dalam Kitab Riyadhus Shalihin oleh Imam an-Nawawi adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Bacaan latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkan aku."

5. Membaca Sayyidul Istigfar

Disunahkan juga untuk menghidupkan malam sepuluh terakhir bulan Ramadan dengan memperbanyak membaca istigfar pada waktu sahur dan baiknya membaca sayyidul istigfar. Berikut bacaan doa sayyidul istigfar sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Bukhari,

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Arab-latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anna 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika. Mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu u laka bini' matika 'alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta.

Artinya: "Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau." (HR Bukhari)




(irb/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads