Waspada hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Sidoarjo, tepatnya di kawasan Waru hingga Surabaya pada Minggu (8/3) sore. Sejumlah pengendara harus menepi hingga lalu lintas menjadi terhambat.
Pantauan detikJatim di Jalan Raya Waru, sejumlah pengendara roda dua menepi di toko-toko tepi jalan. Sementara, pengendara roda empat melaju perlahan hingga lalin menjadi terhambat.
Kepadatan terjadi di Jalan Raya Waru hingga ke arah Bundaran Waru. detikers diimbau waspada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, di kawasan Ngagel, Surabaya, para pengendara juga memilih menepi untuk menunggu hujan reda. Sebab, hujan turun bersamaan dengan angin kencang.
Salah satu pengendara, Arif (50) mengaku hujan angin ini membatasi jarak pandang dan membahayakan pengendara.
"Jarak pandang jadi minim, susah juga mau nyetir kena angin," ujar Arif kepada detikJatim, Minggu (8/3/2026).
Sebelumnya, BMKG Juanda memprediksi cuaca ekstrem berpotensi landa Jatim hingga 10 Maret 2026. Cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi juga merupakan dampak dari gangguan gelombang atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO), Low Frequency serta Gelombang Rossby yang akan melintasi wilayah Jawa Timur.
"Suhu muka laut di perairan selatan Jawa Timur masih cukup signifikan serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang," jelas Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan.
Ia pun mengingatkan masyarakat untuk senantiasa waspada. Sebab potensi cuaca ekstrem ini juga dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti hujan puting beliung, hujan es, banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.
"Masyarakat dapat memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website serta informasi peringatan dini 3 harian serta peringatan dini setiap 2-3 jam ke depan yang dibagikan BMKG Juanda," imbau Taufiq.
(auh/hil)











































