Ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo KM 16 kembali dibuka setelah proses penanganan material dan penguatan bahu jalan tuntas. Sementara akses dioperasikan dengan sistem buka tutup.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan pembukaan jalur utama antarkabupaten dan antarprovinsi itu mulai berlaku pukul 20.05 WIB.
"Betul, malam ini jalur sudah mulai lalui. Namun untuk sementara bergantian dari kedua arah," kata Triadi, Jumat (6/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya pengoperasian ruas arteri ini dilakukan setelah dua pekerjaan pemasangan sheet pile baja untuk penguatan bahu jalan dan pengerukan material longsor di balik dinding pengaman berhasil diselesaikan lebih cepat.
"Tadi BBPJN memasang 14 sheet pile pada bahu jalan yang ambrol. Kemudian juga dilakukan pengerukan material longsor dengan alat berat long arm," ujarnya.
Proses pengerjaan tersebut lebih cepat dari prediksi sebelumnya yang membutuhkan dua hari. Meski demikian masyarakat pengguna jalan diminta untuk ekstra hati-hati saat melintasi lokasi longsor.
"Semoga tidak terjadi hujan deras yang dapat memicu longsor susulan. Kami menyiapkan skenario penutupan jika terjadi hujan deras," imbuhnya.
Ruas jalan nasional ini merupakan jalur penting masyarakat di wilayah selatan Jawa Timur karena merupakan akses utama transportasi untuk menuju Ponorogo maupun Jawa Tengah dan Jakarta. Pasokan distribusi logistik atau bahan pangan dari Jawa Timur ke Jakarta juga banyak yang melintasi jalur tersebut.
Sebelumnya tanah longsor terjadi di KM 16 jalur utama Trenggalek-Ponorogo di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek pada Selasa petang. Akibatnya bongkahan batu berukuran besar menutup total badan jalan.
Material utama batu barhasil dievakuasi dengan cara dipecah mengunakan alat berat jenis breaker. Sementara itu lubang bekas hantaman batu langsung ditutup dan dilakukan pemadatan.
