Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menutup kegiatan safari ramadan 2026 yang digelar di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan. Ada safari Ramadan terakhir itu, Wabup Gresik berpesan kepada masyarakat untuk mempererat silaturahmi dan menjaga diri selama bulan suci Ramadan.
"Bercermin pada kejadian tawuran antar pemuda saat waktu sahur yang sempat terjadi di salah satu kecamatan lain di Gresik beberapa waktu lalu. Kami dari pemerintah daerah, bersama jajaran TNI dan Polri, tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh keterlibatan bapak ibu semua untuk menjaga kondusivitas wilayah masing-masing agar kejadian tawuran saat sahur tidak terulang di sini," Kata Wabup Alif, Jumat (6/3/2026).
Alif menambahkan, agar mempermudah masyarakat dalam melaporkan kejadian darurat, ia mensosialisasikan layanan 112. Layanan tersebut dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan berbagai kondisi genting. Di antaranya permintaan ambulans, kebakaran, aksi kriminalitas, hingga penanganan hewan berbahaya seperti ular.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cukup hubungi 112, sampaikan identitas dan kondisi daruratnya. Ambulans kita sudah dilengkapi GPS, sehingga armada terdekat akan langsung menjemput. Ini solusi praktis jika masyarakat tidak hafal nomor telepon perangkat desa atau camat," tambahnya.
Selain itu, Pemkab Gresik juga memperkenalkan nomor WhatsApp Center Pemda Gresik di 0812-1788-9986. Layanan berbasis Artificial Intelligence (AI) ini dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan informasi warga secara cepat, mulai dari pengecekan status BPJS, informasi lowongan pekerjaan yang diperbarui secara berkala, hingga pelaporan jalan rusak atau pengajuan proposal.
"Silahkan gunakan layanan yang ada. Kita harus bersama menjaga kondusifitas Kabuaten Gresik bersama-sama," jelasnya.
Di hadapan jamaah, Wabup Alif juga berbicara terbuka mengenai tantangan pembangunan di Kabupaten Gresik. Ia menjelaskan bahwa pemerintah harus melakukan skala prioritas dalam pembangunan infrastruktur. Hal ini karena keterbatasan anggaran di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu akibat konflik luar negeri.
"Masalah yang kita hadapi besar, namun anggaran terbatas. Oleh karena itu, pembangunan dilakukan secara bergantian dan bertahap. Kami mohon doa dan dukungan positif dari masyarakat agar proses pembangunan jalan, penyediaan air bersih, dan program lainnya dapat berjalan lancar," ungkapnya.
Mengakhiri rangkaian Safari Ramadan tahun ini, Wabup mengajak warga Desa Sumengko untuk tetap optimistis dan menyikapi segala permasalahan dengan cara yang baik dan komunikatif melalui kanal-kanal pengaduan yang telah disediakan pemerintah.
(ihc/abq)











































