Suasana hening Nyepi dan gegap gempita malam takbiran Idul Fitri akan berlangsung hampir bersamaan di Surabaya. Untuk menjaga kekhusyukan umat Hindu, Pemkot Surabaya menyiagakan petugas di sekitar pura dan permukiman warga Hindu.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kunci utama menghadapi dua hari raya keagaaman besar dapat dilaksanakan dengan saling menghormati. Umat Hindu bisa tenang saat Nyepi, dan umat Islam dapat takbiran dan bersilaturahmi.
"Jadi memang kalau di Surabaya ya tetap akan ada seperti takbir atau kegiatan-kegiatan silaturahmi. Tapi kita tetap akan menghormati warga Surabaya yang memang beragama Hindu, begitu sebaliknya agama Hindu juga menghormati warga Surabaya yang muslim," kata Eri kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun aktivitas Idul Fitri seperti takbir dan silaturahmi masih berjalan, ia mengingatkan kepada warga muslim di Surabaya untuk tidak mengganggu kekhusyukan umat Hindu yang sedang melaksanakan ibadah Nyepi.
"Jadi kalau ada nyepi yang ada di sekitar sekitar pura, maka nanti insyaallah takbiran keliling ojo (jangan) di sekitar Pura. Tapi bisa di tempat yang lainnya karena kita saling menghormati," ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai bukti nyata, bahwa Surabaya menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama.
Selain itu, Eri juga menginstruksikan jajaran Pemkot Surabaya untuk menjaga ketenangan di wilayah yang terdapat Pura atau pemukiman warga Hindu.
"Kalau Nyepi kan nggak boleh ada kegiatan, mematikan lampu, tidak boleh ada keramaian, maka kita akan menghormati dan kita akan menjaga dengan teman-teman pemerintah kota di wilayah sekitar Pura dan tempat warga Hindu bermukim," pungkasnya.
(esw/hil)
