Nuzulul Quran adalah peristiwa saat Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Wahyu ini diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril ketika Rasulullah sedang bertahannuts (berkhalwat) di Gua Hira, dekat Makkah. Wahyu pertama yang diturunkan adalah Surah Al-Alaq ayat 1-5 yang diawali dengan perintah membaca "Iqra' bismi rabbika alladzi khalaq".
Nuzulul Quran diperingati setiap malam 17 Ramadhan dan 17 Ramadhan 1447 H ini bertepatan dengan Sabtu, 7 Maret 2026, sehingga malam Nuzulul Quran dapat mulai diperingati sejak Jumat malam, 6 Maret 2026.
Lantas, apa saja amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan? Simak selengkapnya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amalan Nuzulul Quran yang Dianjurkan
Dirangkum dari beberapa sumber seperti MUI, detikHikmah dan NU Online. ada berbagai amalan yang dapat dilakukan untuk mengejar keberkahan malam Nuzulul Quran, seperti:
1. Memperbanyak Membaca Al-Quran
Membaca Al-Qur'an di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang besar, terlebih lagi pada malam yang berkaitan langsung dengan turunnya wahyu pertama.
Selain membaca, umat Islam juga dianjurkan untuk mentadabburi makna ayat-ayat Al-Qur'an serta berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mengutip laman resmi MUI, dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa pada malam Nuzulul Quran Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW dan memerintahkan beliau untuk membaca Al-Qur'an serta menjelaskan ajaran-ajaran syariat.
وقد جاء عن بعض أصحابنا أنه ليلة نزول القرآن، وقد نزل على النبي صلى الله عليه وسلم فيها جبريل عليه السلام، وأمره بقراءة القرآن بمختلف الأقراء، وأخبره بتفسير الشريعة الإسلامية
Artinya: "Telah datang dari beberapa sahabat kami bahwa pada malam Nuzulul Quran turunlah Jibril as ke hadapan Nabi SAW dan beliau memerintahkan beliau membaca Alquran dengan berbagai macam bacaannya dan menunjukkan cara membacanya dengan baik, serta memberikan penjelasan tentang hukum-hukum syariat Islam.
2. Menunaikan Shalat Malam
Menghidupkan malam dengan shalat malam (qiyamul lail) juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan, termasuk saat malam Nuzulul Quran.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa mengerjakan salat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR Bukhari dan Muslim)
Selain itu, salat malam juga disebut sebagai tanda kemuliaan seorang mukmin, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ath-Thabrani:
جَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ إِلَى النَّبِيِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ
Artinya: "Jibril as datang menemui Nabi saw. Lalu berkata (kepada beliau): "Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau cintai (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya benar-benar engkau akan menerima balasan dari apa yang engkau perbuat", Lalu dia berkata lagi: "Wahai Muhammad, kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat malam. Kehormatannya terletak pada tidak butuhnya ia kepada manusia." (HR Ath-Thabrani dalam al-Mu'jam)
3. Beritikaf di Masjid
Amalan lain yang dapat dilakukan adalah iktikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan niat beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW rutin melakukan iktikaf, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Namun, semangat iktikaf juga bisa mulai dilakukan sejak pertengahan Ramadan, termasuk saat malam Nuzulul Quran.
Berikut niat iktikaf:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu an a'takifa fī hādzal masjidi lillāhi ta'ālā.
Artinya: Aku berniat iktikaf di masjid ini karena Allah Ta'ala.
4. Memperbanyak Doa dan Dzikir
Malam Nuzulul Quran juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak doa dan dzikir. Dzikir dapat menenangkan hati serta membuat seorang hamba senantiasa mengingat Allah SWT.
Sementara itu, doa merupakan bentuk kerendahan hati seorang hamba yang memohon ampunan, perlindungan, serta berbagai kebaikan dalam hidup.
Keutamaan dzikir juga dijelaskan dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam Surah Al-Ankabut ayat 45:
اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Artinya:
"Sesungguhnya mengingat Allah (dzikrullah) itu lebih besar keutamaannya. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Itulah beberapa amalan yang dapat ditunaikan untuk memperingati turunnya wahyu pertama. Semoga malam Nuzulul Quran tahun ini menjadi momen yang menguatkan iman dan memperdalam kecintaan kita kepada Al-Qur'an ya detikers.
