Kisah Kiki, Tunanetra di Surabaya Jago Make Up hingga Jadi Host Talent

Kisah Kiki, Tunanetra di Surabaya Jago Make Up hingga Jadi Host Talent

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 06 Mar 2026 07:00 WIB
Riski Nurilawati (34), tunanetra asal Surabaya yang jago make up
Riski Nurilawati (34), tunanetra asal Surabaya yang jago make up. (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Keterbatasan penglihatan tak membatasi Riski Nurilawati (34). Perempuan tunanetra asal Tegal Mulyorejo Baru, Surabaya, itu tampil percaya diri dengan riasan wajah rapi, bahkan aktif sebagai pengajar sekaligus host talent di media sosial.

detikJatim menemui perempuan yang akrab disapa Kiki itu dalam Muslimah Day, pelatihan make up untuk tunanetra di Surabaya. Usai kegiatan, Kiki bercerita bahwa make up bukan hal baru baginya.

"Saya terbiasa pakai make up sehari-hari karena pagi ngajar di SMP dan SMA Gebang Putih. Kemudian, pulang ngajar jadi host talent di dua akun TikTok sejak sekitar 2 tahun ini," kata Kiki kepada detikJatim, Jumat (6/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penampilan, bagi Kiki, adalah bagian dari profesionalitas saat tampil di depan publik. Namun, proses belajar merias wajah dengan kondisi yang dihadapi tidak selalu berjalan mulus.

"Aku kan tahunya urutannya pakai moisturizer lanjut foundation, bedak, eyeshadow, blush on, highlighter, setting spray dan lipstik," bebernya.

ADVERTISEMENT

Pada awal belajar, ia hanya menghafal tahapan tanpa benar-benar memahami warna yang sesuai. Tak jarang hasilnya terlalu tebal atau kombinasi warnanya kurang pas.

Kini, Kiki pun memanfaatkan aplikasi Be My Eyes untuk membantunya memilih warna riasan dan pakaian. Melalui aplikasi itu, ia terhubung dengan relawan yang memberikan panduan secara langsung.

"Tinggal bilang, 'bisa di matching-in untuk make up dan warna baju'. Kalau sudah ketemu warna-warnanya kemudian saya make up dan dibantuin," tuturnya.

Bagi Kiki, ada beberapa hal yang tak boleh ia lewatkan dalam make up.

"Bedak, lipstik itu gak boleh ketinggalan. Kalau yang lain, aku juga suka pakai skin tint," ungkapnya.

Menurutnya, pelatihan make up seperti Muslimah Day untuk tunanetra sendiri sangat penting untuk memupuk rasa percaya diri hingga menjalin ruang sosialisasi.

"Karena bagaimanapun ketika kita pakai make up tidak mungkin tunanetra sendiri. Butuh ngobrol sama pendampingnya. Jadi, akhirnya kita bisa bersosialisasi, serunya di situ," ujarnya.

Ia pun berpesan kepada sesama tunanetra agar tidak ragu untuk aktif bertanya saat belajar, termasuk dalam hal make up.

"Kalau pun hasilnya belepotan pasti dibenerin kalau nanya. Tapi, kalau diam saja pasti dibiarkan kan. Jadi jangan malu tanya apa pun yang terjadi," pungkasnya.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads