Puluhan mahasiswa di Bondowoso menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Pemkab setempat. Aksi itu menyikasi berbagai ketimpangan sosial yang terjadi.
Aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan aspirasi dan refleksi setahun kepemimpinan Bupati Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati As'ad Yahya Syafi'i.
Dalam aksinya, mahasiswa asal sejumlah perguruan tinggi di Kota Tape itu selain berorasi juga membentangkan sejumlah poster berisi seruan dan sikap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut korlap aksi Ahmad Rifandi, saat ini anatomi APBD Bondowoso di tengah efisiensi justru membengkak. Terutama belanja pegawai sekitar 48 persen. Sementara belanja modal hanya 6 persen.
Padahal, modal ini merupakan kebutuhan yang menyentuh masyarakat langsung. Seperti perbaikan infrastruktur jalan maupun irigasi.
"Oleh sebab itu, kami menuntut pemerintah daerah untuk memangkas belanja pegawai dan belanja barang dan jasa (barjas)," serunya, Kamis (5/3/2026).
Hasil pemangkasan ini, diimbuhkannya, bisa digunakan untuk belanja modal untuk perbaikan jalan atau launnya.
"Tuntutan utama kami yakni perbaikan jalan rusak supaya lebih masif," pungkas Ahmad Rifa'i.
Pantauan di lokasi, mahasiswa yang mengenakan atribut serba hitam dan membentangkan berbagai poster berisi tuntutan seperti "Turunkan belanja pegawai secara bertahap, tambah anggaran pembangunan seperti perbaikan jalan, irigasi, dan penguatan ekonomi rakyat, serta mendorong transparansi APBD".
Aksi mahasiswa itu lantas ditemui langsung Bupati Bondowoso, Ketua DPRD, Kapolres, serta beberapa anggota legislatif di halaman Pemkab dengan cara duduk lesehan sembari menampung aspirasi.
"Aspirasi yang disampaikan mahasiswa pada dasarnya sejalan dengan perhatian pemerintah daerah serta harapan masyarakat," kata Bupati Abdul Hamid Wahid, di hadapan peserta aksi.
(auh/abq)
