Bupati Sidoarjo Subandi memastikan kesiapan Pemkab dalam mengantisipasi potensi cuaca ekstrem jelang Lebaran. Pemetaan wilayah rawan banjir hingga percepatan perbaikan infrastruktur menjadi fokus utama agar masyarakat tetap aman dan nyaman saat momentum Hari Raya.
Subandi mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi titik-titik yang kerap tergenang saat hujan deras. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk mitigasi dini menghadapi cuaca tak menentu belakangan ini.
"Soal cuaca (ekstrem) kita sudah sampaikan, terutama pemetaan wilayah ya, wilayah yang bisanya banjir. Kita juga siapkan pompa, seperti yang ada di sekitar kawasan Lippo Plaza Sidoarjo berapa kali hujan ini tergenang, sudah kita antisipasi," ujar Subandi kepada detikJatim, Kamis (5/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, koordinasi lintas OPD juga telah dilakukan. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo diperintahkan untuk melakukan pemetaan secara detail di lapangan.
"Kita sudah perintahkan PU untuk lakukan pemetaan dan kita rapatkan untuk antisipasi,"tegasnya.
Selain menyiapkan pompa di wilayah rawan genangan, Pemkab juga mengebut perbaikan jalan yang rusak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan jalur mudik dan mobilitas warga selama Lebaran tidak terganggu.
Subandi berharap seluruh upaya antisipasi ini mampu meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem.
"Juga perbaikan jalan, kita tetap jalan karena target kita nanti Lebaran tuntas," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang menerjang Kota Sidoarjo, Rabu (4/3). Akibatnya, sejumlah pohon tumbang di beberapa ruas jalan serta tembok milik perusahaan telekomunikasi di Jalan A. Yani roboh.
Berdasarkan pantauan detikJatim, pohon tumbang terjadi di Jalan Taman Pinang, Jalan Hangtuah, Jalan Kartini, Jalan Monginsidi, serta Jalan Diponegoro tepat di depan Ramayana.
Syaiful (55), warga Kelurahan Sidoklumpuk, Kecamatan Kota Sidoarjo mengatakan, hujan deras disertai angin kencang terjadi secara tiba-tiba.
"Sekitar pukul 17.10 WIB hujan turun deras sekali disertai angin kencang," ujarnya, Rabu (4/3/2026).
(auh/hil)











































