Suporter Persipro Tolak Event Non Olahraga di Stadion Bayuangga

Suporter Persipro Tolak Event Non Olahraga di Stadion Bayuangga

M Rofiq - detikJatim
Rabu, 04 Mar 2026 18:45 WIB
Suporter Persipro Gelar Aksi Tolak Event Non Olahraga di Stadion Bayuangga
Suporter Persipro Gelar Aksi Tolak Event Non Olahraga di Stadion Bayuangga. (Foto: Istimewa)
Probolinggo -

Diperbolehkannya Stadion Bayuangga digunakan untuk berbagai event di luar kegiatan olahraga memicu aksi penolakan dari puluhan suporter Persipro Probolinggo.

Suporter yang tergabung dalam kelompok Curva Sud menggelar aksi di depan pintu stadion pada Selasa malam (3/3) sekitar pukul 22:30 WIB.

Mereka memasang sejumlah spanduk bernada sindiran serta menggelar teatrikal bermain sepak bola tepat di depan gerbang stadion sebagai bentuk protes.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Kota Probolinggo, sebelumnya membuka peluang bagi berbagai event dan kegiatan untuk menggunakan fasilitas milik pemerintah daerah, termasuk Stadion Bayuangga yang merupakan markas utama Persipro Probolinggo. Saat ini, kondisi rumput stadion diketahui dalam keadaan terawat dengan baik.

Namun, kebijakan tersebut menuai kekhawatiran dari kalangan suporter. Mereka menilai penggunaan stadion untuk event di luar olahraga berpotensi merusak rumput lapangan yang selama ini dijaga kualitasnya.

ADVERTISEMENT

Koordinator Curva Sud Kota Probolinggo, Nur Ali, menegaskan bahwa pemasangan spanduk merupakan bentuk sindiran sekaligus penolakan terhadap kebijakan tersebut.

"Ini sebagai bentuk penolakan kami digunakannya Stadion Bayuangga untuk kegiatan bukan olahraga. Ini sudah menyimpang dari peruntukannya," ujar Nur Ali. Rabu (4/3/2026).

Ia menambahkan, kekhawatiran suporter bukan tanpa alasan. Selain berpotensi mengganggu perkembangan Persipro dan cabang olahraga lainnya, pemulihan rumput stadion setelah rusak membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Curva Sud juga mempertanyakan transparansi dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) terkait jaminan perbaikan apabila terjadi kerusakan pasca event.

"Kami ingin ada keterbukaan. Apakah penyelenggara memiliki dana untuk perbaikan jika stadion rusak? Kami butuh kepastian itu," tegasnya.

Nur Ali juga tidak menutup kemungkinan adanya aksi lanjutan apabila aspirasi mereka tidak mendapat tanggapan dari pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Probolinggo, Mohammad Abas, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh awak media, menyatakan bahwa pemerintah mengizinkan penggunaan stadion selama kegiatan tersebut bersifat positif dan tidak merusak fasilitas daerah.

Menurutnya, Dispopar tetap akan melakukan penyaringan terhadap setiap event yang akan digelar di Stadion Bayuangga. Penyelenggara juga diwajibkan menandatangani perjanjian terkait kebersihan dan keamanan rumput setelah kegiatan berlangsung.

"Pasti ada perjanjian. Penyelenggara wajib menjaga kebersihan serta memastikan kondisi rumput tetap aman setelah event digelar," ujarnya.

Selain itu, Dispopar berencana membuka ruang dialog dengan perwakilan suporter untuk membahas polemik penggunaan stadion agar tidak menimbulkan kesalahpahaman berkepanjangan.

Aksi Curva Sud ini menjadi sorotan publik, mengingat Stadion Bayuangga bukan hanya fasilitas umum, tetapi juga simbol kebanggaan dan markas utama Persipro Probolinggo.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads