Sejumlah jemaah umrah dikabarkan tertunda kepulangannya tanah air akibat pembatalan penerbangan. Salah satu yang mengalami penundaan penerbangan adalah Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak buka suara. Dia menyebutkan bahwa Bupati Trenggalek tidak bisa pulang akibat penerbangan yang terganggu ekskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran dengan AS dan Israel.
"Saya dengar kabar bahwa sahabat saya, Mas Ipin Bupati Trenggalek belum bisa kembali ke Tanah Air karena kondisi di Timur Tengah dan dampaknya pada penerbangan," kata Emil di Surabaya, Rabu (4/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emil berharap situasi panas di Timur Tengah bisa segera mereda dan aktivitas berjalan normal kembali. Ia mendoakan agar semua jemaah umroh asal Indonesia yang saat ini sudah berada di Saudi Arabia bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk.
"Semoga semua jemaah dan warga di Timur Tengah diberi keselamatan, kita percayakan ke pihak-pihak berkompeten untuk mengambil langkah terbaik dalam situasi yang tidak mudah ini. Doa terbaik kita untuk di sana," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi mengaku sempat berkomunikasi dengan Bupati Ipin jika kepulangannya ke Indonesia molor dari jadwal semula.
"Jadwal kepulangannya itu tanggal dua atau tiga, tapi tidak bisa karena nggak ada penerbangan," kata Doding, Senin (2/3/2026).
Dalam komunikasi tersebut Bupati tidak bisa memastikan kapan jadwal penerbangannya ke tanah air dibuka kembali.
"Kita doakan bisa segera normal," ujarnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek Edi Supriyanto. Menurutnya Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dijadwalkan tiba di Indonesia pada 4 Maret mendatang. Namun, dengan kondisi keamanan timur tengah saat ini, hampir dipastikan mengalami penundaan.
"Katanya digeser besok penerbangannya, tapi kalau melihat berita masih ada penundaan penerbangan, sehingga belum bisa dipastikan," kata Edi.
