Parade barongsai dan leang-leong menyemarakkan Cap Go Meh, sebagai rangkaian puncak perayaan Imlek 2026. Parade barongsai itu digelar sepanjang 6 kilometer dengan mengelilingi kawasan Kota Blitar.
Pantauan detikJatim, parade barongsai itu dimulai dari Klenteng Poo An Kiong di Jalan Merdeka Barat, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Aksi barongsai dan leang-leong berlanjut hingga Jalan Mastri, Jalan TGP, Jalan Ahmad Yani dan sejumlah ruas jalan lainnya di Kota Blitar.
Sejumlah warga turut menunggu aksi barongsai di sepanjang jalan. Meski cuaca cukup terik, namun para penonton tetap menunggu perade barongsai tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu warga, Diana mengaku senang dengan parade barongsai Cap Go Meh itu. Menurutnya, aksi para barongsai itu menjadi hiburan bagi masyarakat. Khususnya anak-anak.
"Iya ini kan Cap Go Meh, tradisinya pecinan (Tionghoa) Blitar selalu ada acara barongsai keliling. Senang karena ada hiburan setahun sekali. Ini mengajak anak-anak nonton barongsai," katanya kepada detikJatim, Selasa (3/3/2026).
Pengurus Kelenteng Poo An Kiong, Daniel menyebut Cap Go Meh merupakan rangkaian upacara Tahun Baru Imlek, yang dilakukan setelah 15 hari merayakan Imlek. Cap Go Meh juga biasa dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai dan sebagainya.
Baca juga: Pantangan dalam Festival Lentera Cap Go Meh |
"Ini termasuk acara rutin setiap tahun, salah satunya kirab barongsai saat Cap Go Meh. Tujuan untuk menghibur masyarakat, dan istilahnya untuk bersih desa. Harapannya biar semuanya lancar rejekinya," jelasnya.
Daniel menyebutkan ada sekitar 10 barongsai dan 2 leang-leong yang dibawa dalam parade tersebut. Sejumlah siswa dari Kota Blitar dilibatkan dalam parade Cap Go Meh tersebut. Adapun jarak yang ditempuh dalam parade itu mencapai sekitar 6 kilometer.
"Dimulai dari kantor Klenteng di Jalan Merdeka, nanti finishnya juga di sana. Kurang lebih 6 kilometer, mengelilingi kawasan Kota Blitar," tandasnya.
(auh/abq)











































