Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa SD negeri di Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ditemukan belatung. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulusrejo 2 sebagai penyedia mengaku lalai dan kecolongan.
Kepala SPPG Tulusrejo 2 Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Julfa Hannan mengatakan belatung diduga kuat berasal dari buah stroberi yang menjadi bahan utama puding. Ia menyebut belatung merupakan ulat buah yang memang sering ditemukan pada stroberi yang kurang teliti saat disortir.
"Pengakuan dari relawan kita, (buah) sudah dicuci menggunakan air garam dan direndam selama 20 menit. Mungkin itu dari ulat stroberinya, kita kecolongan saat pemilahan karena porsinya memang cukup banyak," ujar Julfa saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengungkapkan bahwa menu hari itu terdiri dari lima item, yakni puding stroberi, susu UHT, muffin cokelat, kaki naga, dan kacang kribo, dengan total biaya mencapai Rp13.300 per porsi.
"Menu kita hari ini itu lebih dari standar harganya, total Rp13.300 dengan lima item," katanya.
Julfa mengklaim pihaknya langsung berkoordinasi dengan sekolah begitu menerima laporan adanya belatung sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Mengingat sebagian besar siswa sudah membawa pulang makanan tersebut, pihak SPPG segera memberikan instruksi darurat.
"Kita sudah klarifikasi. Orang tua responsnya cepat, jadi kita terima dan evaluasi. Karena anak-anak sudah pulang, kita umumkan agar (puding) tidak dikonsumsi dan dibuang saja," jelasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Tulusrejo 2 telah berkomitmen untuk mengganti menu tersebut.
"Kita ganti di menu-menu selanjutnya. Tidak mungkin kita datangi satu-satu ke rumah siswa karena ada 12 sekolah yang kami layani," tambah Juffa.
Juffa memaparkan bahwa menu yang dibagikan hari ini terdiri dari lima jenis, yakni muffin coklat, kaki naga, kacang ijo, puding stroberi, dan susu UHT.
Secara nilai ekonomi, ia menyebut anggaran menu hari ini sebenarnya melebihi standar Rp 10 ribu per porsi.
"Menu hari ini nilainya lebih dari Rp 10 ribu, tepatnya sekitar Rp 13.500. Kalau memang kejadiannya begini, ke depan kita mungkin tidak akan mengirim menu stroberi lagi karena memang riskan," ungkapnya.
Sementara terkait proses distribusi, Juffa menjelaskan bahwa seluruh makanan dikirim serentak menggunakan mobil boks ke 12 sekolah binaan mulai pukul 08.00 WIB.
Adanya kejadian ini menjadi bahan evaluasi besar bagi tim relawan di dapur SPPG Tulusrejo 2 agar lebih teliti dalam menjaga kualitas bahan baku. "Ke depannya kami akan lebih teliti lagi. Ini jadi pelajaran penting bagi kami dalam proses pemilahan bahan makanan," pungkasnya.
Sebelumnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Sekolah Dasar (SD) negei di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang menuai sorotan tajam. Wali murid mengeluh peristiwa ini bukan yang pertama kalinya.
Bahkan, sejumlah siswa pernah mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG dari dapur atau SPPG yang diduga sama. Hari ini salah satu menu MBG yang dibagikan yakni puding strobery ditemukan ada belatungnya.
Kondisi ini memicu kekhawatiran besar di kalangan orang tua siswa terkait aspek higienitas makanan yang disediakan oleh pihak penyedia, yakni SPPG Tulusrejo 2 Kota Malang.
(auh/abq)











































