Wali Murid di Kota Malang Ngaku Sudah 4 Kali Buang MBG karena Trauma

Wali Murid di Kota Malang Ngaku Sudah 4 Kali Buang MBG karena Trauma

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 03 Mar 2026 18:22 WIB
MBG di Malang
MBG di Malang (Foto: Istimewa)
Kota Malang -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Sekolah Dasar (SD) negei di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang menuai sorotan tajam. Wali murid mengeluh peristiwa ini bukan yang pertama kalinya.

Bahkan, sejumlah siswa pernah mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG dari dapur atau SPPG yang diduga sama. Hari ini salah satu menu MBG yang dibagikan yakni puding strobery ditemukan ada belatungnya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran besar di kalangan orang tua siswa terkait aspek higienitas makanan yang disediakan oleh pihak penyedia, yakni SPPG Tulusrejo 2 Kota Malang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu wali murid mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut temuan belatung ini merupakan puncak dari rentetan keluhan yang sebelumnya sudah berulang kali disampaikan.

"Ini yang jadi masalah dapurnya kayaknya. Di SPPG Tulusrejo 2 itu, karena ini sudah keempat kali saya keluhkan," ujar wali murid enggan disebutkan namanya ini, Selasa (3/3/2026).

ADVERTISEMENT

Perempuan itu membeberkan sejumlah kejanggalan pada menu MBG sejak awal program berjalan. Ia mencontohkan saat sekolah lain menerima susu UHT kemasan yang jelas standarnya, sekolah anaknya justru menerima susu murni rebusan dalam botol kecil tanpa label kebersihan yang pasti.

"Kan kita tidak tahu itu higienis atau tidak. Waktu dikasih susu itu, ada beberapa anak termasuk anak saya sakit perut," ungkapnya.

Setelah diprotes, barulah susu diganti ke jenis UHT. Namun, masalah tidak berhenti di situ. Menu lain seperti kacang rebus dan ubi rebus (telo godog) juga dikeluhkan karena kualitasnya yang buruk.

"Kacangnya itu belum matang sempurna. Kok bisa dikasih begitu saja," cetusnya.

Tak hanya itu, menu setup nanas pun sempat menjadi persoalan karena kondisinya yang sudah lembek (benyek) dengan air yang keruh. Hal ini membuatnya trauma dan memilih untuk langsung membuang setiap jatah MBG yang diterima anaknya.

"Setiap dapat MBG langsung saya buang, tidak pernah dikonsumsi lagi sejak anak saya sakit perut. Daripada kenapa-kenapa," tegasnya.

Sementara adanya temuan belatung di puding stroberi hari ini seketika membuat geger grup WhatsApp wali murid. Foto dan video temuan tersebut tersebar cepat hingga memicu kepanikan.

Pihak sekolah pun bergerak cepat dengan mengeluarkan pengumuman darurat agar para siswa tidak menyantap puding tersebut.

"Pihak sekolah bilang urgent bahwa puding stroberi itu tidak layak dikonsumsi jadi dibuang saja. Diumumkan di grup kelas," ungkapnya.

Para wali murid mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Tulusrejo 2 sebagai penyedia menu MBG.

Mereka juga meminta agar aspek gizi dan kelayakan benar-benar dijaga agar tidak membahayakan kesehatan siswa.

"Kalau memang tidak pantas dan menunya seperti ini, stop saja. Kasihan anak-anak, daripada keracunan. Kalau mau dilanjutkan yang benar, gizinya benar-benar ada dan kualitasnya dijaga," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, detikJatim belum berhasil mendapatkan tanggapan dari pihak SPPG Tulusrejo 2 selaku penyedia menu MBG yang diterima para siswa.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads