Commuter Line Surabaya-Pasuruan (Supas) kini resmi diperpanjang hingga Stasiun Probolinggo. Momen perjalanan perdananya berlangsung meriah. detikJatim sempat mencoba perjalanan perdana ini pada Minggu (1/3/2026) malam.
Jika sebelumnya layanan hanya berhenti di Stasiun Pasuruan, kini masyarakat Kota Probolinggo dapat menikmati akses langsung menuju Surabaya dan sekitarnya.
Kereta api Commuter Line Supas (Surabaya-Pasuruan) yang diperpanjang hingga Stasiun Probolinggo tersebut diberangkatkan dari Stasiun Probolinggo pukul 21.22 WIB, dengan waktu tempuh sekitar 35 menit menuju Stasiun Pasuruan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peluncuran perjalanan perdana ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Dr Aminuddin, didampingi Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari. Turut hadir pula jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), stakeholder terkait, serta perwakilan dari PT Kereta Commuter Indonesia Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia.
Commuter line Supas kini tembus Probolinggo Foto: M Rofiq/detikJatim |
Dalam sambutannya, Dr Aminuddin menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terealisasinya perpanjangan jalur tersebut.
"Ini sangat membahagiakan bagi seluruh masyarakat Kota Probolinggo dan sangat bersejarah bagi kita. Setelah bekerja sama dengan PT KCI, akhirnya Commuter Line yang selama ini hanya sampai Pasuruan kini resmi hadir hingga Probolinggo," ujarnya.
Ia menegaskan, layanan Commuter Line ini merupakan moda transportasi khusus masyarakat dengan tarif terjangkau. Saat ini tarif dari Probolinggo sebesar Rp 8.000, atau bertambah Rp 2.000 dibandingkan tarif dari Pasuruan yang sebelumnya Rp 6.000.
"Kalau dibandingkan dengan kereta reguler yang bisa mencapai Rp 56 ribu, ini jauh lebih murah. Bahkan ada subsidi sekitar Rp 50 juta per hari untuk dua gerbong dari pemerintah demi mendukung layanan ini untuk masyarakat," tambahnya.
Menurut Dr Aminuddin, kehadiran Commuter Line ini akan membawa dampak besar terhadap pergerakan ekonomi daerah. Mobilitas warga menuju Surabaya untuk berbelanja, bekerja, maupun kuliah menjadi lebih mudah dan hemat biaya.
Mahasiswa dari Probolinggo yang kuliah di Surabaya kini memiliki alternatif transportasi yang efisien, bahkan berpotensi mengurangi kebutuhan biaya kos. Selain itu, sektor pariwisata juga diyakini akan terdongkrak.
"Diperkirakan ada sekitar 400 penumpang per hari, bukan hanya dari Kota Probolinggo, tapi juga dari Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Situbondo, Bondowoso hingga Jember. Ini tentu akan menggerakkan ekonomi di sekitar alun-alun dan stasiun, mulai dari parkir, kuliner, hingga penjualan oleh-oleh," jelasnya.
Saat ini layanan masih dua kali perjalanan pulang-pergi (PP). Pemerintah Kota membuka peluang penambahan frekuensi, tergantung pada perkembangan permintaan masyarakat dan aspek bisnis operator.
Direktur Operasional dan Pemasaran PT Kereta Commuter Indonesia, Heri Siswanto, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi terhadap kehadiran Commuter Line Supas hingga Probolinggo.
"Kita melihat banyak peminat dan juga ada dukungan dari Dirjen Perkeretaapian serta PT KAI Daop 9 Jember. Secara umum, perpanjangan ini tidak mengubah jadwal perjalanan dari Pasuruan maupun Surabaya. Jadwal tetap disesuaikan agar sinkron dengan perjalanan pagi dan malam," jelasnya.
Ia menambahkan, evaluasi akan terus dilakukan, termasuk kemungkinan penyesuaian sarana pendukung jika okupansi terus meningkat.
"Tarif sementara Rp8.000 dari Probolinggo. Untuk perubahan tarif ke depan masih belum ada pembahasan. Harapannya, dengan tambahan rute ini, okupansi meningkat dan target angkutan tercapai. Kami juga membuka ruang kritik dan saran dari masyarakat," pungkasnya.
Dengan hadirnya Commuter Line hingga Probolinggo, diharapkan konektivitas kawasan tapal kuda Jawa Timur, semakin kuat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
(auh/hil)












































