Pemerintah Kota Probolinggo mengajukan permohonan kepada Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) agar layanan Commuter Line Supas diperpanjang hingga Stasiun Probolinggo. Saat ini, layanan tersebut baru beroperasi di rute Surabaya-Pasuruan.
Public Relation Manager KAI Commuter, Leza Arlan mengatakan, pihaknya telah melakukan audiensi dengan Pemkot Probolinggo dan terus berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk DJKA.
"Memang untuk Commuter Line Supas yang sebelumnya hanya melayani rute Surabaya-Pasuruan, direncanakan akan diperpanjang sampai Probolinggo. Saat ini kami masih dalam proses persiapan dan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait, baik Pemerintah Kota Probolinggo maupun DJKA," ujar Leza, Kamis (19/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Leza menjelaskan, pengajuan perpanjangan rute telah disampaikan ke DJKA dan kini masih menunggu proses perizinan lintas pelayanan serta izin operasi.
"Kami masih menunggu proses perizinan dari kementerian. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, rencananya peresmian akan dilakukan sekitar bulan Maret, dan akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo serta stakeholder lainnya," jelasnya.
Dalam pengajuan tersebut, layanan Commuter Line Supas direncanakan memiliki dua perjalanan per hari, masing-masing satu perjalanan pagi dan satu perjalanan malam. Rute perjalanan akan melayani Surabaya-Bangil-Pasuruan-Probolinggo.
Dengan jarak tempuh kurang dari 100 kilometer, okupansi penumpang diperbolehkan hingga 150 persen, termasuk tiket berdiri. Sementara untuk perjalanan di atas 100 kilometer, tiket berdiri dibatasi maksimal 20 persen.
"Tiket akan otomatis ditutup ketika kapasitas angkut sudah terpenuhi sesuai ketentuan," tambah Leza.
Untuk tarif, KAI Commuter masih menunggu finalisasi dari Kementerian Perhubungan.
"Tarif yang kami ajukan sekitar Rp 8.000, namun ini masih dalam proses dan menunggu keputusan final dari kementerian," katanya.
Seperti layanan kereta lokal lainnya, penjualan tiket Commuter Line Supas rute Surabaya-Probolinggo nantinya dibuka H-7 sebelum keberangkatan. Perpanjangan rute ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Probolinggo dan sekitarnya.
(abq/hil)











































