Suasana Ramadan di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, terasa jauh lebih sejuk dari biasanya. Bukan karena rintik hujan, melainkan karena hangatnya jabat tangan antarumat beragama yang berkumpul di Sanggar Sapta Darma, Polaman.
Di bawah tajuk 'Serikat Membangun Persaudaraan', Pemuda dan Komisi Antar Umat (KAUM) GKJW Jemaat Lawang menginisiasi aksi berbagi takjil dan buka puasa bersama.
Namun, ini bukan sekadar bagi-bagi makanan gratis, kegiatan ini adalah pernyataan sikap tentang kerukunan di tengah keberagaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan itu sekaligus menjadi magnet bagi berbagai elemen masyarakat. Tak kurang dari sepuluh komunitas dan instansi melebur jadi satu tanpa sekat. Tampak hadir di lokasi.
Mereka berasal dari organisasi keagamaan yakni Fatayat NU Lawang, PAC Ansor, Banser, komunitas Baha'i, dan PERSADA (Persatuan Warga Sapta Darma).
Selain mereka ada unsur dari instansi dan pihak swasta serta GKJW Jemaat Lawang sebagai penggerak utama.
Kehadiran mereka menciptakan harmoni indah yang menunjukkan bahwa Lawang adalah rumah yang ramah bagi siapa saja, terlepas dari apa keyakinannya.
Camat Lawang Muhamad Nur Soleh Hidayat yang hadir langsung di lokasi, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Ia menilai inisiatif ini sebagai fondasi kuat bagi harmoni sosial.
"Acara ini sangat bagus. Saya sangat mengapresiasi kegiatan positif seperti ini. Inilah wujud nyata harmoni yang harus terus kita rawat bersama," ungkap Nur Sholeh kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Senada dengan Camat, Kapolsek Lawang Kompol Mohamad Lutfi memberikan pesan mendalam mengenai nilai-nilai kebangsaan. Baginya, kegiatan seperti ini adalah cara terbaik menghidupi Pancasila secara praktis.
"Sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika, meski berbeda, sejatinya kita satu. Kedamaian di bumi pertiwi adalah tanggung jawab kita semua. NKRI wajib kita jaga melalui aksi nyata seperti ini," tegas Lutfi terpisah.
Acara yang juga dihadiri oleh Danramil Lawang, Kapten CKE Kacung, ini berlangsung dalam suasana yang cair.
Para peserta tidak hanya sibuk membagikan makanan, tetapi juga larut dalam obrolan hangat, saling bertukar senyum, dan memperkuat komitmen untuk menjaga kondusivitas wilayah.
Bagi Pemuda dan KAUM GKJW Lawang, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas yakni perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan.
Keberagaman justru menjadi bahan bakar untuk membangun masyarakat yang rukun dan sejahtera.
Dari sebuah sanggar di sudut Lawang, sebuah pesan kuat dikirimkan ke seluruh penjuru negeri, bahwa harmoni bukan sekadar slogan di baliho, melainkan denyut nadi yang nyata dalam tindakan.
Wilayah Lawang sekali lagi membuktikan bahwa di bawah langit yang sama, kita semua adalah saudara.
(auh/abq)











































