Tabrakan adu banteng terjadi di jalur Pantura Situbondo. Akibatnya, satu orang meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit
Laka lantas yang terjadi di jalan raya Desa Putih, Bungatan itu melibatkan sebuah kendaraan pikup dan truk.
Data dihimpun, kecelakaan adu banteng yang terjadi sekitar pukul 14.00 tersebut bermula saat kendaraan pikup nopol AE-9434-KD melaju dari arah timur (Situbondo) ke arah barat (Surabaya).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Adu Banteng 2 Truk Boks di Pantura Situbondo |
Pikap yang dikemudikan Ivan Chandra Kurniawan (22), warga Desa Ngringin, Lengkong, Nganjuk itu tetiba oleng ke kanan.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju kendaraan truk L-9209-UG yang dikemudikan Moch. Jainuri Betta (58), warga Wonoayu, Sidoarjo.
"Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan adu banteng tidak dapat dihindari," ungkap Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Nanang, saat dikonfirmasi awak media, Senin (2/3/2026).
Akibat benturan keras tersebut, imbuhnya, satu orang penumpang pikap atas nama Sukarno (50), warga Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Korban mengalami cedera otak berat, patah leher, luka robek di pelipis mata kiri, patah tulang tangan kiri, serta luka lecet di sekujur tubuh," jelasnya.
Sementara pengemudi pikup, Ivan mengalami luka robek dan memar di dahi kiri serta luka lecet di jari tangan kanan.
"Tidak ada korban luka berat lainnya dalam kejadian tersebut," tandas Nanang.
Petugas Satlantas Polres selanjutnya segera melakukan olah tempat kejadian (TKP) dan mengatur lalu lintas. Sebab, lokasi kejadian merupakan jalur Pantura yang padat kendaraan.
(auh/abq)
