Penutupan ruang udara di sejumlah kawasan Timur Tengah tidak berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda. Aktivitas penerbangan internasional, termasuk keberangkatan jemaah umrah, dipastikan tetap berjalan normal.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan situasi bersama seluruh pemangku kepentingan penerbangan.
"Berdasarkan koordinasi dan pemantauan berkelanjutan bersama otoritas bandara, AirNav Indonesia, maskapai, serta instansi terkait, hingga saat ini tidak terdapat dampak operasional terhadap penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Juanda," ujar Tohir dalam keterangan resminya, Senin (2/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, operasional penerbangan internasional dari Juanda, khususnya penerbangan umrah, berada dalam status normal operation meski terjadi penutupan ruang udara di beberapa wilayah Timur Tengah.
Menurutnya, aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan menjadi prioritas utama. Karena itu, pengelola bandara terus berkoordinasi intensif dengan Lanudal Juanda, Otoritas Bandara, AirNav Indonesia, maskapai, dan instansi terkait lainnya guna memastikan seluruh operasional berjalan aman dan tertib sesuai standar keselamatan penerbangan internasional.
Pihak bandara juga mengimbau calon penumpang untuk secara berkala memantau jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing maupun kanal resmi Bandara Internasional Juanda. Informasi juga dapat diperoleh melalui contact center 172..
"Para penumpang diharapkan tetap memantau perkembangan informasi jadwal penerbangan melalui maskapai maupun kanal resmi bandara agar memperoleh informasi terbaru," katanya.
Dengan kondisi operasional yang tetap normal, keberangkatan jemaah umrah dari Juanda hingga kini tetap berjalan sesuai jadwal.
