PT Timbul Persada (Timbul Jaya) angkat bicara terkait nama perusahaannya dicatut oleh Kepala Desa Ngampal, Budiyanto. Dalam pernyataannya, Budiyanto menyebut PT Timbul pihak penyedia aspal pada proyek Proyek bantuan keuangan khusus kepada desa (BKKD) peningkatan jalan di Desa Ngampal senilai Rp 2 miliar.
Manajemen PT Timbul Persatu, Diah Ratna membantah pernyataan Budiyanto tersebut. Pihaknya mengaku selama ini tak pernah memasok bahan aspal dalam proyek tersebut.
"PT Timbul Persada tidak terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan proyek. Kami menegaskan bahwa perusahaan tidak menjadi rekanan kontraktor pelaksana pekerjaan proyek jalan BKKD di Desa Ngampal tersebut" kata Diah, Sabtu (28/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diah menambahkan, pihaknya tidak memiliki hubungan kontraktual langsung dengan pihak desa, dinas teknis, maupun dengan CV Dewanti Syahputra yang disebut Budiyanto.
"Sesuai informasi yang kami terima dari pihak pelaksana proyek di Desa Ngampal (CV Dewanti Syahputra), seluruh pasokan bahan baku aspal bukan berasal dari PT Timbul Persada," terang Diah.
PT Timbul Persada menegaskan bahwa sampai saat ini tidak pernah diminta, diundang, atau terlibat dalam proyek tersebut sebagai penyedia barang
PT Timbul Persada berkomitmen tetap terhadap kualitas dan integritas bisnis. Selama ini selalu berkomitmen pada prinsip kualitas, legalitas, dan etika bisnis dalam penyediaan bahan baku dan layanan kepada mitra kerja yang sah.
"Semua kegiatan operasional kami dilakukan dengan memperhatikan standar yang berlaku dan dokumentasi yang sesuai," pungkas Diah Ratna.
Seperti diberitakan, proyek bantuan keuangan khusus kepada desa (BKKD) peningkatan jalan di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro mendapat sorotan. Sebabnya, jalan aspal yang dikerjakan mengalami kerusakan.
Warga setempat yang melihat kondisi jalan itu mengaku kesal. Sebab jalan tersebut baru rampung tiga pekan tuntas dikerjakan. Alhasil, sejumlah titik jalan aspalnya mengelupas dan rusak.
"Baru tiga minggu yang lalu jalan aspal ini selesai dikerjakan, kalau mengerjakan malam hari, warga nggak ada yang tahu. Namun, kenyataannya kondisi jalannya sudah hancur," kata warga setempat, Misbah, Jumat (27/2/2026).
Menanggapi hal ini, Kepala Desa Ngampal, Budiyanto, mengungkapkan bahwa hasil monitoring merekomendasikan perbaikan total pada ruas jalan yang rusak.
"Untuk jalan yang rusak, sesuai arahan inspektorat harus dilakukan pengerukan dan pembongkaran secara total, kemudian diperbaiki kembali," ujar Budiyanto. Jumat (27/2/2026).
Ia menyebut nilai pekerjaan proyek pembangunan infrastruktur jalan tersebut sekitar Rp 2 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, Budiyanto menduga kerusakan dipicu oleh kualitas bahan pondasi yang kurang memadai.
"Penyebabnya karena kualitas biscos atau bahan pondasinya kurang bagus," ujar Budiyanto.
Budiyanto juga menuturkan proyek jalan desanya dikerjakan Rekanan bernama CV Dewanti Syahputra asal Desa Drajat Kacamatan Boureno, Bojonegoro dan penyedia aspal dari Timbul Jaya Tuban.
"Dikerjakan Rekanan Dewanti Syahputra dari Drajat, kalau aspal dari Tuban, Timbul," ucap Budiyanto.
