Proyek bantuan keuangan khusus kepada desa (BKKD) peningkatan jalan di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro mendapat sorotan. Sebabnya, jalan aspal yang dikerjakan mengalami kerusakan.
Warga setempat yang melihat kondisi jalan itu mengaku kesal. Sebab jalan tersebut baru rampung tiga pekan tuntas dikerjakan. Alhasil, sejumlah titik jalan aspalnya mengelupas dan rusak.
"Baru tiga minggu yang lalu jalan aspal ini selesai dikerjakan, kalau mengerjakan malam hari, warga nggak ada yang tahu. Namun, kenyataannya kondisi jalannya sudah hancur," kata warga setempat, Misbah, Jumat (27/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun Desa Ngampal menerima dana BKKD 2025 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bojonegoro senilai Rp 2 miliar
dialokasikan untuk pengaspalan jalan sepanjang 1.180 meter dengan lebar 4 meter.
Program BKKD sendiri merupakan skema bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kepada pemerintah desa guna mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan.
Pantauan di lokasi saat ini, jalan aspal desa mengalami lubang lubang besar baru bermunculan sebanyak 7 titik, sedangkan yang lubang lain yang baru di tambal ada 13 titik.
Adanya keluhan dari warga, Wakil Bupati Nurul Azizah bersama pihak dinas terkait akhirnya turun lapangan melakukan monitoring oleh Inspektorat, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR), serta camat Sumberrejo memantau kondisi jalan yang memprihatinkan.
Di sejumlah titik terlihat bekas tambalan, dengan kerusakan paling parah berada di ruas sepanjang kurang lebih 50 meter. Aspal tampak ambles dan berlubang, bahkan material agregat batu di bawah lapisan aspal muncul ke permukaan.
Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena jalan tersebut merupakan akses utama warga setiap hari, termasuk mobilitas pertanian dan distribusi hasil panen.
Menanggapi kejadian ini Kepala Desa Ngampal, Budiyanto, mengungkapkan bahwa hasil monitoring merekomendasikan perbaikan total pada ruas jalan yang rusak.
"Untuk jalan yang rusak, sesuai arahan inspektorat harus dilakukan pengerukan dan pembongkaran secara total, kemudian diperbaiki kembali," ujar Budiyanto. Jumat (27/2/2026).
Ia menyebut nilai pekerjaan proyek pembangunan infrastruktur jalan tersebut sekitar Rp 2 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, Budiyanto menduga kerusakan dipicu oleh kualitas bahan pondasi yang kurang memadai.
"Penyebabnya karena kualitas biscos atau bahan pondasinya kurang bagus," ujar Budiyanto.
Budiyanto juga menuturkan proyek jalan desanya dikerjakan Rekanan bernama CV Dewanti Syahputra asal Desa Drajat Kacamatan Boureno, Bojonegoro dan penyedia aspal dari Timbul Jaya Tuban.
"Dikerjakan Rekanan Dewanti Syahputra dari Drajat, kalau aspal dari Tuban, Timbul," ucap Budiyanto.
Sementara dari hasil sidak beberapa OPD bersama wabup Nurul Azizah mendapati temuan ketebalan aspal hanya sekitar 5 hingga 6 sentimeter. Dan lantai pengerjaan yang kwalitasnya sangat jelek.
"Dari ketebalan kita temui tidak sesuai rencana, kenapa kok hanya satu lapis. Seharusnya biscos 6 cm, dan wcnya 4cm.tapi secara visual terpasang hanya acbc 5 cm," ucap petugas inspektorat, Athwar.
