Kunker di Nganjuk, Mensos Bawa 2 Misi Besar dari Presiden Prabowo

Kunker di Nganjuk, Mensos Bawa 2 Misi Besar dari Presiden Prabowo

Bakrie - detikJatim
Sabtu, 28 Feb 2026 21:45 WIB
Mensos Gus Ipul memberikan santunan kepada anak yatim saat kunker di Nganjuk
Mensos Gus Ipul memberikan santunan kepada anak yatim saat kunker di Nganjuk (Foto: Bakrie/detikJatim)
Nganjuk -

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membawa dua misi besar dari Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungannya ke Kabupaten Nganjuk, Sabtu siang (28/2/2026). Bupati Marhaen Djumadi menyatakan siap mengawal misi Mmensos.

Disambut meriah di Pendopo KRT Sosro Koesoemo Pemkab Nganjuk sekitar pukul 12.00 WIB, Gus Ipul datang dengan dua misi strategis sekaligus, yakni memperkuat pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan memastikan kesiapan program Sekolah Rakyat (SR).

Gus Ipul mengatakan, kedua program ini menjadi fondasi penting dalam upaya pemerintah memastikan perlindungan sosial berjalan tepat sasaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di mana, keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas data. Sekolah rakyat dan bansos harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang berhak.

ADVERTISEMENT

"Kalau datanya tidak akurat, maka kebijakan yang kita buat juga tidak akan tepat. Karena itu, saya minta semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, kepala desa, lurah, hingga operator desa, benar-benar aktif memperbarui data. Ini bukan sekadar administrasi, tapi menyangkut hak masyarakat," tegas Gus Ipul.

Ia juga menyoroti peran penting para pendamping sosial di lapangan. Menurutnya, Pendamping PKH, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga Pekerja Sosial (Peksos) menjadi ujung tombak yang memastikan proses verifikasi dan validasi data berjalan optimal.

"Operator desa dan pendamping sosial adalah garda terdepan. Mereka yang paling tahu kondisi riil masyarakat. Maka, sinergi mereka dengan pemerintah daerah harus diperkuat. Kita ingin tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran," imbuh Gus Ipul.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul turut didampingi sejumlah pejabat penting di lingkungan Kementerian Sosial, di antaranya Dirjen Rehabilitasi Sosial Supomo dan Kepala Pusdatin Kesos Joko Widiarto, serta jajaran direktur dan tenaga ahli. Kehadiran tim lengkap ini dimaksudkan untuk memberikan solusi langsung atas berbagai kendala teknis yang selama ini dihadapi di lapangan.

Sementara Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menyatakan komitmen penuh dalam mendukung program yang dibawa Kementerian Sosial.

Ia memastikan seluruh jajaran pemerintah daerah siap bergerak cepat, baik dalam menyiapkan Sekolah Rakyat maupun memperbarui data DTSEN secara berkelanjutan.

"Untuk Sekolah Rakyat, kami sudah melakukan berbagai persiapan. Insya Allah pada tahun ajaran baru 2026/2027 pendaftaran sudah bisa dibuka. Ini menjadi peluang besar bagi masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih layak," ujar Marhaen.

Terkait pemutakhiran data, Marhaen menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan secara intensif agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Ia juga membuka ruang kolaborasi luas dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah desa, hingga operator lapangan.

"Kami tidak ingin ada lagi data yang tidak sinkron atau tertinggal. Pemutakhiran ini harus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. Kami siap bekerja sama dengan semua pihak, dari pusat hingga desa, agar data yang kita miliki benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat," pungkas Marhaen.



(dpe/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads