Peristiwa kecelakaan maut yang melibatkan bus dan truk di lokasi yang sama pada awal tahun 2025 dan 2026 menjadi perhatian kepolisian dan pemerintah daerah. Langkah evaluasi fasilitas jalan mulai dilakukan untuk mencegah kecelakaan kembali terjadi.
Sebagai informasi, dua peristiwa yang menjadi perhatian ini adalah kecelakaan maut bus pariwisata pada 8 Januari 2025 dan kecelakaan truk pada 18 Februari 2026. Dua kecelakaan ini turut memakan korban jiwa.
Menindaklanjuti insiden kecelakaan maut itu, Satlantas Polres Batu bersama Dinas Perhubungan dan PUPR (Kota Batu & Provinsi Jatim) melakukan survei di lokasi kecelakaan maut, yakni sepanjang Jalan Sultan Agung hingga Jalan Ir Soekarno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu IPDA Agus Atang Wibowo menjelaskan bahwa dari survei yang dilakukan, fokus utama berada di Jalan Sultan Agung. Di mana hasil investigasi menunjukkan titik awal kegagalan fungsi pengereman atau rem blong sering terjadi di perbatasan Jalan Sultan Agung dan Imam Bonjol.
Dari hasil survei yang dilakukan, ada beberapa catatan terkait fasilitas jalan yang perlu dilengkapi sebagai langkah antisipasi cepat. Beberapa fasilitas tambahan yang perlu disediakan seperti, rambu imbauan jalan menurun serta peringatan menurunkan gigi persneling untuk membantu pengereman mesin.
Selain itu, ada juga catatan untuk perbaikan warning light mati di Jalan Sultan Agung yang harus segera diselesaikan Dinas Perhubungan Kota Batu. Skema pengamanan jalan juga akan diperketat dengan pemasangan pita penggaduh atau speed trap secara bertingkat.
"Nantinya akan dipasang Speed Trap. Mulai dari selatannya kantor Kemenag itu dikasih 3 baris, maju lagi 4 baris, dan maju lagi 5 baris. Ini sebagai penanda untuk mengurangi kecepatan karena kondisi jalan yang menurun," terang Atang kepada detikJatim, Kamis (26/2/2026).
Terkait manajemen arus, Atang secara tegas mengusulkan pengurangan titik putar balik atau U-turn di Jalan Sultan Agung yang selama ini dinilai terlalu banyak dan membahayakan keselamatan. Rencananya, titik putar balik akan dipangkas menjadi satu atau dua titik saja yang dianggap paling aman bagi pengendara.
Hasil survei ini juga mencakup Jalur Provinsi di Jalan Pattimura dan Ir Soekarno sebagai persiapan menyambut Operasi Ketupat 2026, yang mana seluruh hasil survei lapangan ini akan dibawa ke Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada bulan Maret mendatang.
(auh/dpe)











































