Ramadhan Hadiah Khusus dari Allah SWT untuk Umat Muhammad SAW

Kurma

Ramadhan Hadiah Khusus dari Allah SWT untuk Umat Muhammad SAW

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Jumat, 27 Feb 2026 02:40 WIB
Ornamental Arabic lantern with burning candle glowing at night. Festive greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem.
Ilustrasi Ramadhan. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph)
Surabaya -

Bulan suci Ramadan adalah anugerah atau hadiah istimewa dari Allah SWT khusus untuk umat Nabi Muhammad SAW. Keutamaan ini tidak dimiliki umat-umat terdahulu, sehingga Ramadan seharusnya dimanfaatkan secara maksimal dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.

Pimpinan Pondok Pesantren Ar Raudhoh Surabaya Habib Muhammad Assegaf mengatakan bahwa bulan penuh kemuliaan ini jangan sampai dilewati tanpa kesungguhan beribadah. Banyak pahala yang dijanjikan Allah untuk seluruh umat Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, umat Nabi Muhammad sudah sepatutnya bersyukur, karena Ramadan punya keistimewaan. Salah satunya, di Bulan Ramadan ini Allah membuka ampunan dosa-dosa terdahulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ω…ΩŽΩ†Ω’ Ψ΅ΩŽΨ§Ω…ΩŽ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ₯ΩŠΩ’Ω…ΩŽΨ§ Ω†Ω‹Ψ§ ΩˆΩŽΨ§Ψ­Ω’ΨͺΩΨ³ΩŽΨ§Ψ¨Ω‹Ψ§ غُفِرَ Ω„ΩŽΩ‡Ω Ω…ΩŽΨ§ ΨͺΩŽΩ‚ΩŽΨ―Ω‘ΩŽΩ…ΩŽ مِنْ Ψ°ΩŽΩ†Ω’Ψ¨ΩΩ‡Ω

Artinya: Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari dan Muslim).

ADVERTISEMENT

"Allah memberi nikmat kepada kita semua dengan mempertemukan di bulan penuh kemuliaan ini. Bulan suci Ramadan tidak boleh kita lewatkan dengan sia-sia," kata Habib Muhammad Assegaf, Kamis (26/2/2026).

Allah SWT, lanjutnya, telah melimpahkan banyak kemudahan ibadah dan pahala berlipat ganda selama Ramadan. Karena itu, umat Islam dituntut untuk mengisi hari-hari Ramadan dengan amal saleh.

"Kita harus benar-benar memanfaatkan apa yang Allah limpahkan berupa anugerah, kemudahan ibadah, dan limpahan pahala yang berlimpah, sehingga hendaknya hari-hari kita diisi dengan ibadah," katanya.

Habib Muhammad menjelaskan, Ramadan merupakan khususiyah atau kekhususan bagi umat Nabi Muhammad SAW. Ia menegaskan bahwa umat-umat sebelum Nabi Muhammad tidak mengenal Ramadan sebagaimana yang dijalani umat Islam saat ini.

"Bulan suci Ramadan adalah khususiyah bagi umat Nabi Muhammad SAW, karena tidak ada Ramadan bagi umat sebelum beliau," tuturnya.

Ia kemudian mengaitkan keistimewaan Ramadan dengan usia umat Nabi Muhammad SAW yang relatif singkat. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa usia umat Nabi Muhammad rata-rata antara 60 hingga 70 tahun.

"Nabi Muhammad SAW bersabda, a'māru ummatī mā bayna sittīna ilā sab'īna sanah, usia umatku itu antara 60 sampai 70 tahun," jelasnya.

Jika dibandingkan dengan usia umat terdahulu yang mencapai ratusan tahun, usia umat Nabi Muhammad memang tergolong lebih sikat. Namun, Allah menjanjikan bahwa pahala yang diterima umat Nabi Muhammad SAW selama bulan Ramadan jauh lebih besar daripada umat-umat sebelumnya.

"Kalau kita berkaca pada umat terdahulu yang usianya sampai ratusan tahun, bahkan ada riwayat seseorang dari Bani Israil yang beribadah hingga ratusan tahun, maka di situlah kita bisa mengambil hikmah mengapa Allah menghadirkan Ramadan," ujarnya.

"Nabi menyampaikan bahwa umat ini pahalanya akan lebih banyak dibanding umat-umat terdahulu yang usianya panjang," katanya.

Habib Muhammad juga menyampaikan kabar gembira yang diriwayatkan dalam hadis tentang keutamaan umat Nabi Muhammad SAW di akhirat. Ia menyebutkan riwayat ketika Malaikat Jibril datang membawa pesan dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad.

"Dalam hadis diriwayatkan, Malaikat Jibril menyampaikan kabar dari Allah bahwa surga diharamkan dimasuki siapa pun sebelum Nabi Muhammad dan umatnya masuk terlebih dahulu," ungkapnya.

Ia menegaskan, semua keistimewaan tersebut seharusnya menjadi dorongan bagi umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan Ramadan.

"Ketika Allah menakdirkan usia kita 60-70 tahun, lalu Allah beri fasilitas berupa waktu-waktu dengan pahala berlipat ganda seperti Ramadan, maka orang yang cerdas tidak akan melewati bulan ini kecuali dengan hiasan ibadah," pungkasnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads