Kerusakan parah di Jalan Lingkar Timur Sidoarjo dikeluhkan warga karena tak kunjung diperbaiki. Ratusan lubang dengan berbagai ukuran terlihat di sepanjang ruas mulai Desa Wedoro Klurak, Kecamatan Candi hingga Desa Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo Kota.
Pantauan detikJatim di lokasi, sedikitnya terdapat sekitar 116 lubang di badan jalan sepanjang 2-3 kilometer tersebut. Diameter lubang bervariasi, mulai sekitar 30 sentimeter hingga hampir separuh badan jalan, dengan kedalaman mencapai sejengkal tangan orang dewasa.
Saiful (49), warga Wedoro Klurak, mengatakan kerusakan jalan Lingkar Timur sudah lama terjadi dan semakin parah. Ia bahkan menghitung jumlah lubang di ruas tersebut mencapai lebih dari 100 titik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerusakan jalan Lingkar Timur ini sudah lama dan sering terjadi kecelakaan tunggal, terutama roda dua. Sebelum dilakukan betonisasi, kami harap segera ada penambalan karena sangat membahayakan, apalagi malam hari," ujar kepada detikJatim dilokasi, Rabu (25/2/2026).
Keluhan serupa disampaikan Agung (32), warga Bluru Kidul. Ia menyebut kerusakan jalan sudah terjadi hampir enam bulan tanpa perbaikan berarti. Kondisi terparah berada di sisi selatan lampu lalu lintas (TL) Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo Kota.
Menurutnya, kendaraan dari arah Candi menuju Gebang terpaksa bergantian melintas karena sisi barat jalan mengalami kerusakan paling parah hingga mencapai bahu jalan.
"Pengendara harus antre bergantian, karena lubangnya lebar dan dalam sampai ke bahu jalan," kata Agung.
Di sisi lain, penanganan jalan berlubang secara swadaya justru dilakukan warga di wilayah Kecamatan Taman dan Waru sambil menunggu program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) berjalan.
Di Kecamatan Taman, tiga aparatur sipil negara (ASN) menambal jalan menggunakan material coldmix dan emulsi dengan dana sukarela. Kegiatan tersebut diawasi langsung Kasi Pembangunan Kecamatan Taman, Nanang Fathurrozi.
"Ini bukan satgas jalan. Ini dari hasil jariyah teman-teman ASN," ujarnya.
Camat Taman Ahmad Fauzi mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menyebut penambalan dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan sambil menunggu realisasi program resmi.
Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Waru.
Camat Waru Ahmad Farkhan Jazuli mengatakan perbaikan jalan berlubang dilakukan gotong royong warga dengan dukungan kecamatan, termasuk peminjaman alat stamper dan pendampingan teknis.
Ia menyebut ada lima ruas yang ditangani swadaya, yakni di Tambak Oso, Wedoro, Kureksari, Wadung Asri, dan Ngingas.
"Benar, warga swadaya gotong royong, kami bantu alat dan cara penggunaan. Untuk pengerjaan melalui PIWK masih proses administrasi dan segera dialokasikan," katanya.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan darurat berupa penambalan di Jalan Lingkar Timur Sidoarjo sebelum proyek betonisasi direalisasikan, guna mencegah bertambahnya korban kecelakaan.
(auh/abq)











































