Pembersihan material longsor berupa tanah dan pepohonan di jalur Bromo, di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, tuntas. Akses wisata ke Bukit Penanjakan kembali normal setelah tertutup sekitar 16 jam.
Pembersihan dilakukan warga, BPBD dan TNI-Polri. Selain secara manual petugas juga mengerahkan alat berat untuk pembersihan.
"Pembersihan material menggunakan dua unit alat berat dari Bina Marga Provinsi Jatim dan Pemkab Pasuruan," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, Rabu (25/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sugeng mengatakan pembersihan tuntas pada pukul 17.00 WIB. Jalur wisata menuju Bukit Penanjakan kembali bisa dilalui.
"Pukul 17.10 WIB jalan sudah bisa dilalui," terangnya.
Sebelumnya, bencana longsor terjadi di kawasan Bromo, Rabu (25/2) pukul 01.00 WIB. Longsor terjadi di Bukit Kedaluh, Penanjakan atau Bukit Kingkong dan di Bukit Dingklik.
Tebing Bukit Kedaluh longsor dengan volume panjang 20 meter, tinggi 10 meter, menimbun tujuh motor. Sementara di Bukit Dingklik, longsor sepanjang 10 meter dengan tinggi 5 meter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
"Titik longsor ternyata ada tiga, satu lagi di Pusung Dhuwur, jalan arah lautan pasir. Sudah bersih semua," pungkas Sugeng.
(auh/abq)
