Pabrik Mi Sedaap Buka Suara Soal Kabar Ratusan Buruh Dirumahkan

Pabrik Mi Sedaap Buka Suara Soal Kabar Ratusan Buruh Dirumahkan

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Selasa, 24 Feb 2026 19:45 WIB
PT Karunia Alam Segar (KAS) atau pabrik Mie Sedap Kabupaten Gresik
PT Karunia Alam Segar (KAS) atau pabrik Mi Sedaap di Kabupaten Gresik. (Foto: Istimewa)
Gresik -

PT Karunia Alam Segar (KAS) yang merupakan produsen Mie Sedaap buka suara menanggapi kabar ratusan buruh outsourcing yang dirumahkan. Mereka tidak membantah kabar itu namun perusahaan masih berusaha mencari jalan keluar bersama.

Human Resources and General Affairs PT KAS, Peter Sindaru membenarkan adanya penyesuaian aktivitas kerja. Namun ia menegaskan kebijakan tersebut dipicu oleh kondisi permintaan pasar yang sedang menurun. Pada dasarnya perusahaan tidak menghendaki pengurangan karyawan.

"Di tempat kami memang karyawannya banyak dan pada prinsipnya kami ingin semua tetap bekerja," ujar Peter dikonfirmasi detikJatim melalui sambungan telepon, Selasa (24/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, saat ini perusahaan tengah menghadapi penurunan permintaan pasar. Hal itu berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja di lini produksi.

"Tapi saat ini harus kami akui, permintaan pasar memang sedang menurun. Kami berada di situasi sulit," katanya.

ADVERTISEMENT

Peter menambahkan, manajemen tidak serta-merta mengambil langkah sepihak. Perusahaan, menurutnya, masih berupaya mencari jalan tengah agar operasional tetap berjalan dan pekerja tidak dirugikan.

"Kami masih mencari win-win solution. Harapannya, semua pihak bisa tetap bekerja dan perusahaan juga bisa bertahan," ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa PT KAS sebagai perusahaan yang menaungi pabrik Mi Sedaap tidak memiliki kepentingan untuk menghilangkan hak pekerja.

"Sekali lagi, kami ingin semua bisa bekerja. Tidak ada niat untuk merugikan karyawan, apalagi terkait hak-hak normatif," pungkas Peter.

Sebelumnya, sekitar 400 buruh outsourcing di PT KAS dilaporkan dirumahkan tanpa surat resmi. Para pekerja mengaku hanya menerima pemberitahuan melalui pesan WhatsApp.

Kabar yang berembus, efisiensi karyawan itu lantaran perusahaan berusaha menghindari kewajiban membayar THR.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads