Tak Sekadar Ibadah, Puasa Bisa Tingkatkan Kontrol Diri dan Kesehatan Mental

Tak Sekadar Ibadah, Puasa Bisa Tingkatkan Kontrol Diri dan Kesehatan Mental

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 24 Feb 2026 17:15 WIB
breakfast time concept with alarm clock plate, fork, knife, spoon,
Ilustrasi puasa (Foto: Getty Images/Kseniya Ovchinnikova)
Surabaya -

Puasa Ramadan tak sekadar menjadi kewajiban ibadah umat Islam. Di balik praktik menahan lapar dan dahaga, puasa juga berdampak pada kesehatan fisik, mental, hingga stabilitas emosi.

Menurut Psikolog Klinis Unair, Dian Kartika Amelia Arbi, secara ilmiah, puasa berhubungan dengan perubahan hormon dalam tubuh yang berdampak langsung pada kondisi psikis seseorang.

Dian menjelaskan, beberapa penelitian menunjukkan ibadah puasa berpengaruh pada peningkatan hormon endorphin. Hormon ini berperan penting dalam memberikan rasa tenang serta membantu menurunkan tingkat stres secara alami.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meski beberapa studi menunjukkan hasil yang berbeda-beda, secara umum proses menahan diri saat berpuasa memicu tubuh untuk memproduksi hormon positif yang mendukung suasana hati yang baik," kata Dian, Selasa (24/2/2026).

Lalu, inti utama dari puasa terletak pada latihan kontrol diri. Kemampuan ini menjadi dasar bagi kesehatan mental karena individu diajak untuk mengenali dan mengelola dorongan emosinya. Metode tersebut menjadi modal utama menjaga stabilitas emosi di tengah tekanan pekerjaan maupun tugas akademik yang sering memicu kecemasan.

ADVERTISEMENT

"Pada dasarnya puasa merupakan sebuah latihan untuk meningkatkan kontrol diri. Puasa melatih individu untuk menahan diri dalam melakukan sesuatu secara berlebih. Jika rutin dilakukan, maka hal ini akan berdampak signifikan pada penguatan kontrol diri seseorang," jelasnya.

Pada konteks terapi, Dian menyebut sampai saat ini belum ada penelitian kuat yang menempatkan puasa sebagai metode utama mengatasi gangguan psikologis. Akan tetapi, puasa seringkali menjadi kegiatan pendukung dalam mendampingi pengobatan atau intervensi psikologi lainnya karena sifatnya yang menyeluruh.

"Karakteristik puasa yang dijalankan dengan benar terbukti mampu membuat tubuh menjadi lebih sehat melalui stimulasi hormon positif. Jika berbarengan dengan penguatan kontrol diri yang terbentuk selama sebulan penuh, puasa dapat menjadi pendukung yang efektif dalam menjaga stabilitas mental. Melalui kontrol diri yang terasah, mahasiswa harapannya memiliki ketahanan mental yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan," pungkasnya.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads