Warga Ponorogo Rela Antre Berjam-jam Demi Tukar Uang Baru untuk Lebaran

Warga Ponorogo Rela Antre Berjam-jam Demi Tukar Uang Baru untuk Lebaran

Charolin Pebrianti - detikJatim
Selasa, 24 Feb 2026 16:45 WIB
Penukaran uang baru di Ponorogo
Penukaran uang baru di Ponorogo/Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim
Ponorogo -

Suasana halaman Masjid Agung Ponorogo tampak lebih ramai dari biasanya. Ratusan warga mengantre demi mendapatkan uang pecahan baru untuk kebutuhan Tunjangan Hari Raya (THR) jelang Lebaran.

Sejak pagi, warga sudah memadati lokasi layanan penukaran uang baru yang difasilitasi Bank Indonesia (BI). Mereka rela menunggu berjam-jam agar bisa membawa pulang pecahan uang kecil untuk dibagikan kepada anak-anak saat Hari Raya.

Salah satu warga, Adinda Lismawanti Putri, mengaku menukar uang baru senilai Rp 2,8 juta. Uang tersebut akan dibagikan kepada keponakannya sebagai THR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya buat kasih THR ke ponakan. Tukar semua kecuali Rp 50 ribu, totalnya Rp 2,8 juta," ujar Adinda kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan, nominal yang diberikan kepada anak-anak tidak sama. Tergantung jumlah penerima dan kebutuhan.

"Beda-beda ngasihnya, kadang Rp 10 ribu, kadang Rp 20 ribu," terangnya.

Meski harus mengantre cukup lama, Adinda tetap bersabar. Ia datang sejak pukul 14.00 WIB, namun baru mendapatkan giliran sekitar pukul 16.00 WIB.

"Ya mungkin nunggu lama, akhirnya dapat. Dari jam 14.00 WIB sampai jam 16.00 WIB, baru dapat sore. Tahun ini lebih susah," ungkapnya.

Meski begitu, ia mengaku berencana kembali menukar uang baru jika masih ada kesempatan. "Ya mau tukar lagi," tambahnya.

Hal serupa disampaikan Parjianto, warga asal Sampung. Ia menukar uang baru senilai Rp 5,3 juta untuk dibagikan kepada anak-anak saat Lebaran.

"Rp 5,3 juta tukarnya, dipakai untuk Lebaran, dikasihkan ke anak-anak kecil," katanya.

Parjianto mengaku rutin mengikuti penukaran uang baru setiap tahun. Uang tersebut nantinya dibagikan secara merata kepada anak-anak di lingkungan sekitar rumahnya.

"Setiap tahun ikut. Ya sedikit-sedikit bagi rata. Senang bisa bagi-bagi lebaran," ujarnya.

Ia datang ke lokasi sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung mengantre. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini ia merasa lebih nyaman karena tidak perlu menggunakan jasa penukaran uang.

"Baru sekali ini ikut penukaran uang BI. Lebih enak ini nggak pakai jasa. Dulu mendekati lebaran kan lebih mahal," tandasnya.

Antusiasme warga menukar uang baru menjelang Lebaran memang selalu meningkat. Tradisi berbagi THR dengan pecahan uang baru masih menjadi kebiasaan yang dinanti, terutama oleh anak-anak saat Hari Raya tiba.



(dpe/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads