Wali Murid di Bojonegoro Keluhkan MBG Hari Pertama Ramadan

Wali Murid di Bojonegoro Keluhkan MBG Hari Pertama Ramadan

Ainur Rofiq - detikJatim
Senin, 23 Feb 2026 22:15 WIB
MBG hari pertama saat Ramadan di Bojonegoro
MBG hari pertama saat Ramadan di Bojonegoro. (Foto: Istimewa)
Bojonegoro -

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadan 1447 Hijriah memicu gelombang keluhan dari sejumlah wali murid di Kabupaten Bojonegoro.

Kritik tersebut ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial hingga grup percakapan orang tua siswa yang menilai komposisi menu belum memenuhi standar gizi yang diharapkan, terutama pada momentum awal Ramadan.

Salah satu wali murid di Kecamatan Kota Bojonegoro, Luluk, mengungkapkan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap menu MBG sangat diperlukan karena asupan nutrisi sangat penting bagi siswa yang berpuasa. Ia menyebutkan paket yang diterima anaknya hanya berisi roti kemasan, telur puyuh, serta dua buah rambutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini hari pertama sekolah di bulan Ramadan. Saya berharap menunya lebih diperhatikan. Anak-anak memang puasa, tapi tetap butuh asupan yang baik untuk berbuka," ujar Luluk, Senin (23/2/2026).

ADVERTISEMENT

Kondisi serupa juga dilaporkan di Kecamatan Temayang. Henny Puji Ningsih, seorang wali murid setempat, menyoroti paket MBG yang diberikan sekaligus untuk jatah tiga hari, yang terdiri dari tiga butir telur, satu buah pir, dan satu porsi bubur ubi ungu.

Henny mempertanyakan transparansi alokasi anggaran sebesar Rp 15.000 per hari tersebut agar tidak menimbulkan keraguan di kalangan orang tua.

"Itu untuk tiga hari. Kami hanya ingin kejelasan, apakah sudah sesuai dengan anggaran Rp 15.000 per hari. Kalau memang sudah sesuai, tolong dijelaskan supaya kami para wali murid paham," kata Henny.

Ia menegaskan bahwa meskipun mendukung penuh tujuan program untuk meningkatkan gizi anak, transparansi mekanisme pembagian, apakah harian atau dirapel sangat penting.

Menanggapi keluhan yang berkembang, Tommy selaku Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bojonegoro menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

Selaku ketua, ia mengakui adanya kekurangan dalam pelayanan dan kualitas mutu gizi yang diterima oleh para siswa.

"Ke depan dan seterusnya untuk menu MBG pada bulan Ramadan akan kami lakukan perbaikan yang lebih baik dengan pengawasan mutu gizi sesuai standar yang ada," ucap Tommy.

Pihak SPPG berkomitmen untuk memperketat pengawasan guna memastikan program MBG selama bulan Ramadan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan para siswa di Bojonegoro.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads