Bertahan 119 Tahun, Ini Asal Mula Tarawih Kilat Cuma 13 Menit di Blitar

Bertahan 119 Tahun, Ini Asal Mula Tarawih Kilat Cuma 13 Menit di Blitar

Fima Purwanti - detikJatim
Minggu, 22 Feb 2026 20:30 WIB
Tarawih kilat di Ponpes Mambaul Hikam atau Pondok Mantenan, Udanawu Blitar
Tarawih kilat di Ponpes Mambaul Hikam atau Pondok Mantenan, Udanawu Blitar. (Foto: Fima Purwanti/detikJatim)
Blitar -

Tradisi Tarawih kilat 23 rakaat berdurasi sekitar 13 menit di Ponpes Mambaul Hikam atau Pondok Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, sudah berlangsung sejak 1907. Begini asal mula Tarawih kilat tersebut.

detikJatim mendatangi lokasi Tarawih kilat tersebut pada Sabtu (21/2/2026). Sejumlah rombongan jamaah tampak datang sebelum Salat Isya. Area parkir kendaraan bahkan penuh hingga ke gang masuk masjid.

Adapun salat Tarawih cepat didominasi jamaah laki-laki yang memenuhi pelataran atau halaman masjid. Sementara jamaah perempuan berada terpisah di Aula Ponpes yang jaraknya tak jauh dari masjid utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesuai dengan sebutannya, salat Tarawih kilat berlangsung cepat. Meskipun Tarawih dilaksanakan berjumlah 23 rakaat, namun durasinya hanya sekitar 13 menit. Sejumlah jamaah tampak sudah terbiasa dengan kecepatan salat tersebut.

Pengasuh Ponpes Mambaul Hikam (Pondok Mantenan), KH Muhammad Dliya'uddin Azzamzami alias Gus Dliya' mengatakan Tarawih cepat berlangsung sejak dulu. Tarawih cepat dicetuskan sejak berdirinya Ponpes Mambaul Hikam.

ADVERTISEMENT

"Salat tarawuh ini dimulai dari Mbah Yauqul Ghofur, sejak berdirinya pondok ini. Beliau yang mencetuskan Tarawih cepat ini," terangnya saat ditemui detikJatim usai salat Tarawih kilat, Sabtu (21/2/2026).

Gus Dliya' menyebut Mbah Yauqul Ghofur yang merupakan kakeknya memiliki pertimbangan hingga mencetuskan salat Tarawih kilat itu. Saat itu, warga sekitar Ponpes merupakan mualaf dan kaum pekerja atau buruh tani. Sehingga mereka menilai tidak memiliki banyak waktu untuk salat Tarawih.

"Akhirnya beliau memutuskan untuk mencetuskan Tarawih cepat seperti ini sebagai solusi pada umat supaya tetap mau Tarawih. Sebenarnya dulu juga Tarawih normal tapi hanya bertahan seminggu, setelah itu tidak ada jamaah. Setelah Tarawih cepat banyak yang antusias," jelasnya.

Meskipun durasinya cepat, Gus Dliya' menegaskan Tarawih ini tidak mengurangi rukun maupun kesunahan dalam salat. Termasuk bacaan al fatihah, surat pendek dan kesunahan lainnya dalam salat juga dilakukan.

"Ini yang perlu digaris bawahi, Tarawih di pondok mantenan ini meskipun cepat tidak mengurangi rukun dan tidak mengurangi kesunahan-kesunahan dalam shalat. Standarnya biasanya 13 menit, kadang yang 15 menit. Tapi kalau imamnya pas muda bisa jadi lebih cepat lagi," katanya.

Saat ini, Gus Dliya' menyebut salat Tarawih cepat masih banyak diminati. Meskipun tidak mengetahui secara pasti jumlah jemaah yang hadir setiap harinya.

"Tidak tahu jumlahnya berapa, tapi mari meningkatkan ibadah di bulan suci Ramadan yang dilipat gandakan oleh Allah SWT. Saling menjaga kerukunan, menghargai perbedaan dan menjaga ukhuwah Islamiyah," terangnya.

Jamaah salat Tarawih cepat tidak hanya berasal dari warga sekitar Ponpes Mambaul Hikam. Namun sejumlah jamaah juga berasal dari Tulungagung dan Kediri. Ratusan jamaah mengikuti salat Tarawih kilat tersebut setiap hari selama bulan suci Ramadan.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads