Mengenal Lebih Dekat Sekolah Rakyat Unesa

Mengenal Lebih Dekat Sekolah Rakyat Unesa

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Minggu, 22 Feb 2026 23:00 WIB
Sekolah Rakyat di UNESA
Sekolah Rakyat di Unesa. (Foto: Raihan Akbar Mahendra/detikJatim)
Surabaya -

Sekolah Rakyat di Surabaya menjadi bagian dari program pemerintah yang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Tujuan program ini untuk memutus transmisi kemiskinan. Program Sekolah Rakyat mulai diimplementasikan dengan melibatkan koordinator, tenaga pendidik, tenaga pengasuh, hingga siswa sebagai penerima manfaat.

Salah satu lokasi Sekolah Rakyat di Surabaya berada di kawasan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Lidah Wetan. Sekolah tersebut ditujukan bagi jenjang SMA dan dikenal sebagai Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) XXI Unesa Surabaya. Sebanyak 100 siswa diterima dan terbagi ke dalam 4 rombongan belajar.

Area belajar siswa menempati ruang kelas di lantai tiga Gedung Laboratorium Anti-Doping, sementara asrama berada di gedung terpisah dengan fasilitas kamar berisi empat orang serta ruang bersama untuk ibadah, makan, dan pengembangan diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aktivitas pembelajaran Sekolah Rakyat berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 15.30 WIB. Selanjutnya, para siswa kembali ke asrama masing-masing. Program ini telah berjalan selama enam bulan, setelah sebelumnya diresmikan pada 14 Juli 2025.

Kepala Sekolah Rakyat, Prapti Wardani menuturkan, aktivitas pembelajaran sudah berlangsung dengan baik.

ADVERTISEMENT

"Jadi pembelajaran sudah berlangsung dengan baik, sarana juga sudah terpenuhi ya. Anak-anak jadi sekarang sudah bisa belajar dengan laptop, dengan smartphone. Sarananya sudah terpenuhi mulai semester 2 ini," ujar Prapti Wardani saat ditemui detikJatim.

Ia menjelaskan, perbedaan Sekolah Rakyat dengan sekolah konvensional terletak pada sistem berasrama. Melalui sistem tersebut, siswa juga mendapatkan materi keasramaan yang berfokus pada pembentukan karakter dan penguatan soft skill. Adapun kurikulum akademik tetap mengacu pada Kurikulum Merdeka, sama seperti sekolah menengah atas pada umumnya.

"Soft skill itu kan seperti keterampilan berbahasa, kemudian keterampilan digital, kewirausahaan, entrepreneurship itu bisa dilaksanakan dengan kokurikuler. Jadi ada kokurikuler, ada intrakurikuler, ada ekstrakurikuler. Itu diintegrasikan menjadi satu dalam sebuah pembelajaran, baik di asrama maupun di sekolah," jawabnya.

Dalam pelaksanaannya, program Sekolah Rakyat tidak selalu berjalan mulus. Namun, Prapti Wardani selaku kepala sekolah Sekolah Rakyat secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi bersama pihak-pihak terkait. Evaluasi tersebut dilakukan secara berkala, mulai dari harian, mingguan, hingga bulanan.

Salah satu tenaga pendidik di Sekolah Rakyat Unesa menuturkan cukup senang dengan adanya program tersebut. Ia menjelaskan, selain membantu anak-anak miskin untuk tetap bersekolah, peluang bagi guru semakin luas.

"Kalau dari sisi bapak ibu guru jelas sangat membantu sekali. Karena untuk posisi formasi P3K di Pemda sendiri pun tidak banyak kan. Nah dengan adanya tambahan sekolah rakyat ini dari posisi P3K Pemda yang sedikit jadi bertambah dan banyak peluang di sekolah rakyat ini," jelas Dinda Anggi, guru PJOK sekaligus Waka Kesiswaan.

Naisyilla Safa, salah satu siswa Sekolah Rakyat, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia menuturkan, sebelumnya bersekolah di SMP reguler, namun merasakan perbedaan signifikan ketika melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem berasrama. Selain itu, ia juga mendapat fasilitas pendukung pembelajaran berupa laptop.

"Soalnya di sini lebih canggih karena menggunakan smartphone yang disediakan dari sekolah dan menggunakan laptop juga yang diberikan untuk satu murid juga. Jadi laptop itu ada banyak dan setiap murid terbagi satu laptop juga," bebernya.

"Harapannya semoga bisa membantu buat orang-orang yang sedang kesusahan. Karena di sini kan juga diprogramkan untuk bagi yang tidak mampu," pungkasnya.




(auh/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads