Terbanyak! 26 Sekolah Rakyat di Jatim Telah Beroperasi

Terbanyak! 26 Sekolah Rakyat di Jatim Telah Beroperasi

Faiq Azmi - detikJatim
Selasa, 13 Jan 2026 10:30 WIB
Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama murid sekolah rakyat di Jatim
Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama murid sekolah rakyat di Jatim/Foto: Istimewa
Surabaya -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkap Jatim tercatat sebagai provinsi dengan jumlah SR terbanyak se-Indonesia. Dari 166 titik SR yang diresmikan, 26 di antaranya adalah SR yang dimiliki Provinsi Jawa Timur.

Di bawah Jawa Timur, terbanyak kedua ada Jawa Barat dengan 20 titik SR, disusul provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 16 titik SR, kemudian Jawa Tengah sebanyak 14 titik SR serta di posisi kelima ada provinsi Aceh ada sebanyak 8 titik SR.

"Alhamdulillah dari total 166 SR seluruh Indonesia, Jawa Timur menduduki posisi pertama dengan 26 SR. Ini jadi bukti komitmen kesungguhan Jawa Timur mendukung program prioritas Presiden," kata Khofifah dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut, total sebanyak 26 SR di Jatim seluruhnya sudah beroperasi. Hal ini menunjukkan bukti nyata komitmen dan kesungguhan Jawa Timur mendukung program prioritas Presiden. Pendidikan merupakan cara efektif memutus mata rantai kemiskinan.

ADVERTISEMENT

"Dari 26 SR di Jawa Timur tersebut terdapat 2.450 siswa yang sudah menuntut ilmu di Sekolah Rakyat. Terima kasih kepada Menteri Sosial RI dan semua pihak maupun elemen yang sudah ikut berkontribusi dalam program SR di Jatim," jelasnya.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan Jawa Timur sangat gencar memasifkan program Sekolah Rakyat. Karena inilah cara efektif memutus mata rantai kemiskinan.

"Alhamdulillah sejak program ini dirintis Tahun 2025 telah beroperasi 26 SR di Jatim, saya meninjau langsung Sekolah Rakyat mulai di Surabaya hingga Pacitan," tegasnya.

"Tentu tujuannya satu, kami ingin menyukseskan program Presiden Prabowo yang akan mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus efektif memutus mata rantai kemiskinan. Ke depan kami terus ikhtiarkan lagi supaya bisa lebih banyak anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, adil dan berpihak pada masyarakat rentan," imbuhnya.

Menurutnya, seiring dengan meningkatnya jumlah Sekolah Rakyat di Jawa Timur dan Indonesia, maka akan lebih banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu yang bisa mengakses pendidikan berkualitas.

Tak berhenti di sana, di tahun 2026 ini sudah ada proses pengajuan 8 SR di Jatim. Saat ini semua sedang berproses dan akan menambah titik SR di Jatim.

"Ini menjadi tonggak penting penguatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Indonesia yang rekrutmennya dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)," tambahnya.

"Sejatinya ini adalah bagian dari cara memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Anak-anak bisa menuntut ilmu di sekolah berasrama yang seluruh kebutuhan siswa semuanya di tanggung negara," terangnya.

Tak hanya itu, Khofifah juga menuturkan, hari ini, ratusan siswa dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat dari berbagai wilayah di Indonesia turut hadir dan menampilkan pertunjukan menarik.

Dari Jawa Timur mengirimkan total 14 perwakilan murid terbaik SR ke Banjarbaru serta perwakilan Kepala Sekolah SR Jatim.

"Sebanyak 14 siswa itu merupakan mereka yang terpilih dari total ribuan siswa SR di Jatim. Mereka menyiapkan performance bersama siswa dari provinsi lainnya. Bahkan ada 1 siswi SRT 47 Malang unjuk kebolehan pidato bahasa Arab dan 1 siswi SRT 7 Probolinggo yang berpidato Bahasa Arab, mereka unjuk bakat langsung didepan Presiden Prabowo," imbuhnya.

"Ada juga tadi atraksi baris berbaris kolaborasi dari SR Kota Pasuruan bersama SD NU, Muhammadiyah, Kristen Protestan dan Hindu binaan Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur. Bahkan Komandan Peleton tadi dipuji oleh Presiden bahkan menurut Presiden _skill_nya tidak kalah dengan SMA Taruna Nusantara," lanjutnya.

Selanjutnya, dirinya kemudian merinci ke empat belas murid yang diantaranya berasal dari SRT 47 Malang 1 anak, SRMP 28 Pasuruan 11 anak, SRT 8 Jombang 1 anak dan SRT 7 Probolinggo 1 anak.

"Semoga ke depan siswa-siswi SR Jatim bisa mencapai banyak prestasi. Sekolah Rakyat menjadi bukti negara hadir mengutamakan sektor pendidikan yang mampu menyiapkan pemimpin Generasi Emas 2045 khususnya dari Bumi Majapahit," sambungnya.

Sementara Mensos RI Gus Ipul menyanjung Gubernur Khofifah yang berkontribusi mengawal langsung Sekolah Rakyat bahkan hingga saat ini Jatim menjadi salah satu provinsi yang titik penyelenggaraan Sekolah Rakyatnya tertinggi dibanding provinsi lainnya.

"Terima kasih Ibu Khofifah, beliau yang mengawal langsung SR. Jawa Timur memang salah satu provinsi yang titik penyelenggaraan Sekolah Rakyatnya tertinggi dan pembangunannya di tahun ini juga cukup tinggi," katanya.




(faa/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads