Mendikdasmen Abdul Mu'ti Bakal Revitalisasi 124 Sekolah di Jember

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Bakal Revitalisasi 124 Sekolah di Jember

Yakub Mulyono - detikJatim
Minggu, 22 Feb 2026 08:45 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti  meresmikan rehab 124 sekolah di Jember
Mendikdasmen Abdul Mu'ti meresmikan rehab 124 sekolah di Jember. (Foto: Istimewa)
Jember -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meresmikan rehab 124 sekolah di Jember. Peresmian revitalisasi gedung TK hingga SMA yang menelan anggaran sekitar Rp 4 miliar dari APBN 2025 itu dipusatkan di SMP Negeri 1 Balung.

"Revitalisasi ini akan tetap kita laksanakan tahun depan dengan sistem swakelola. Harapan kami, secara bertahap sebelum tahun 2029, seluruh sekolah di Indonesia sudah selesai direvitalisasi," kata Abdul Mu'ti, Sabtu (21/2/2026).

Sementara itu, Bupati Jember Gus Fawait mengungkapkan bahwa saat awal masa jabatannya, tercatat lebih dari 1.500 gedung sekolah di Jember dalam kondisi rusak berat. Melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, 124 sekolah berhasil diperbaiki pada tahap awal ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah, di era Presiden Prabowo, Kabupaten Jember menerima program revitalisasi sekolah terbesar di Indonesia," tegas Gus Fawait dalam sambutannya.

Ke depan, kata dia, Pemkab Jember berkomitmen untuk terus melakukan percepatan pembangunan. Tahun ini, pemerintah daerah kembali mengajukan lebih dari 300 sekolah agar mendapatkan bantuan serupa demi mencetak generasi unggul melalui fasilitas pendidikan yang layak.

ADVERTISEMENT

"Kami berkomitmen untuk melakukan percepatan pembangunan di Kabupaten Jember. Salah satunya pembangunan di fasilitas kesehatan," paparnya.

Sebagai informasi, program revitalisasi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Jember resmi rampung. Sebanyak 124 sekolah yang direhabilitasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI pada tahun anggaran 2025 kini siap digunakan sepenuhnya.

Perbaikan tidak hanya menyasar fisik bangunan seperti ruang kelas, toilet, dan laboratorium, tetapi juga menyentuh digitalisasi sarana prasarana. Sekolah penerima manfaat kini dilengkapi dengan interactive flat panel untuk mendukung metode pembelajaran berbasis teknologi.

Secara nasional, program revitalisasi sepanjang tahun 2025 telah menyerap anggaran sebesar Rp 16,9 triliun yang menjangkau 16 ribu sekolah. Untuk tahun 2026, pemerintah pusat kembali mengalokasikan Rp 14 triliun guna melanjutkan program serupa.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads