4 Amalan Mustajab di Sepertiga Malam yang Paling Dianjurkan

4 Amalan Mustajab di Sepertiga Malam yang Paling Dianjurkan

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Sabtu, 21 Feb 2026 01:00 WIB
Ilustrasi ibadah umat Islam.
Ilustrasi berdoa di sepertiga malam. Foto: Freepik
Surabaya -

Kadang kita sibuk mengejar dunia, tapi melewatkan waktu paling sunyi yang justru paling bernilai. Di sepertiga malam terakhir, saat banyak orang terlelap, Allah membuka pintu ampunan dan pahala berlipat seperti yang dijanjikan dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Latin: Man qaama Ramadhaana imaanan wa ihtisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzanbih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: Barang siapa menghidupkan malam Ramadhan dengan qiyam (sholat malam) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Dijelaskan pula sepertiga malam adalah waktu paling mustajab untuk beribadah. Lantas, apa saja amalan mustajab yang dianjurkan selagi menunggu waktu sahur? Simak selengkapnya ya, detikers!

ADVERTISEMENT

Kapan Sepertiga Malam Dimulai?

Ustaz Abdul Somad dalam bukunya yang berjudul "Bekal Apa yang Akan Kita Bawa Menghadap Allah" menjelaskan bahwa sepertiga malam kira-kira berada pada 3,5 jam sebelum azan Subuh.

Syekh Ali Jum'ah pun pernah menerangkan cara menghitungnya dengan membagi waktu dari Maghrib sampai Subuh menjadi tiga bagian. Jadi, misalnya waktu Maghrib adalah pukul 18.00, dan waktu Subuh jatuh pada pukul 05.00, maka jarak antara keduanya adalah 11 jam.

Waktu tersebut kemudian dibagi menjadi tiga, berarti kira-kira sepertiga malam terakhir ada di 3 jam setengah sebelum tibanya azan subuh, atau berada di antara pukul 01.00 hingga sebelum masuknya waktu Subuh.

Dalil tentang Keutamaan Sepertiga Malam

Keutamaan sepertiga malam dijelaskan dalam hadis sahih yang diriwayatkan Abu Hutairah RA, yang menjelaskan nuzul atau turunnya rahmat Allah SWT ke langit dunia.

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Arab Latin: Yanzilu rabbuna tabaraka wa ta'aala kulla lailatin ilas sama'id dunya hija ya baqaa tsulutsul lailiil aakhiri fa yaqulu man yad'unii fa astajiib lah, man yas-alunii fa u'tiiyah, man yastaghfirunii fa aghfir lah.

Artinya: Rabb kita, maha suci dan maha tinggi turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Kemudian Dia berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan; siapa yang meminta kepada-Ku, Aku beri; siapa yang memohon ampun kepada-Ku, Aku ampuni,'. (HR Bukhari Nomor 1145, Muslim Nomor 758).

Keutamaannya juga sebagaimana dijelaskan dalam QS Adz-Dzariyat:18, yang berbunyi:

وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْن

Arab Latin: Wa bil-as-ḫâri hum yastaghfirûn.

Artinya: Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).

Mengutip dari NU Online, ayat tersebut menjelaskan sifat-sifat orang yang takwa, yaitu sedikit sekali tidur pada waktu malam, karena mengisi waktu dengan sholat Tahajud.

Dijelaskan pula bahwa sepertiga malam terakhir dikatakan sebagai waktu yang paling mustajab untuk beribadah. Dalam sebuah hadis dari Amr bin 'Utbah RA, Nabi Muhammad bersabda:

"Saat di mana Tuhan paling dekat dengan hamba-Nya adalah pada tengah malam yang terakhir, jika kamu sanggup untuk bangun guna mengingat Allah, hendaklah engkau lakukan,". (HR Tirmidzi)

Amalan Mustajab di Sepertiga Malam Sebelum Sahur

Pada momen sepertiga malam, doa-doa diyakini lebih mudah dikabulkan, ampunan dilapangkan, dan hati terasa lebih dekat dengan Allah SWT. Tak heran, banyak ulama menyebut sepertiga malam sebagai waktu mustajab untuk memperbanyak amalan, mulai dari sholat malam hingga istigfar dan doa penuh harap.

1. Sholat Tahajud atau Qiyamul Lail

Melaksanakan qiyamul lail adalah amalan yang paling utama dikerjakan pada waktu sepertiga malam terakhir. Qiyamul lail yang dikerjakan, antara lain seperti sholat Tahajud, Hajat, atau Witir.

Dalil terkait sholat malam tercantum dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda:

"Sholat apakah yang paling utama setelah sholat wajib?" Beliau bersabda, "Sholat tengah malam (lail)." Ditanya lagi, "Puasa apakah yang paling utama setelah puasa Ramadhan?" Beliau menjawab, "Puasa yang pada bulan Allah menyucikannya (Muharram),". (Hadis Sahih)

2. Perbanyak Zikir dan Istigfar

Sepertiga malam terakhir ialah waktu diturunkannya rahmat, berlipatnya pahala, ampunan, dan terkabulnya doa, itulah sebabnya dianjurkan untuk memperbanyak berzikir kepada-Nya.

Menukil buku "Syarah Al Lu'lu' wa Al Marjan Jilid 4" susunan Wafi Marzuqi Ammar, Allah SWT memuji orang yang menunaikan sholat, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan beristigfar pada waktu tersebut. Dalam surah Adz Dzariyat ayat 15-18, Allah SWT berfirman:

إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّٰتٍ وَعُيُونٍ ءَاخِذِينَ مَآ ءَاتَىٰهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ كَانُوا۟ قَلِيلًا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan pada akhir-akhir malam mereka senantiasa beristighfar. (QS Adz-Dzariyat: 15-18)

Zikir dan doa yang dianjurkan ialah membaca tasbih dan tahmid, "Subhanallah wa bihamdihi" 100 kali, pahalanya lebih baik dari seisi dunia. (HR Muslim) Kemudian membaca sayyidul istigfar.

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Arab Latin: Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta khalaqtani wa ana 'abduka wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'udzu bika min syarri ma shana'tu, abu'u laka bini'matika 'alayya wa abu'u bidzanbi faghfirli fa innahu la yaghfirush shunuba illa anta.

Artinya: Ya Allah, Engkau Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau. Engkau ciptakan aku, aku hamba-Mu, berpegang pada janji-Mu sekuat tenaga. Aku berlindung dari keburukan perbuatanku, mengaku nikmat-Mu dan dosaku, ampunilah aku karena hanya Engkaulah yang mengampuni dosa.

Lalu, diakhiri dengan membaca doa hamdalah, "Allahumma lakal hamdu anta qayyumus samawati wal ardhi...", untuk puji syukur panjang setelah sholat malam.

3. Berdoa

Disebutkan dalam buku "Ajak Aku ke Surga" oleh Rizem Aizid, pada sepertiga malam terakhir Allah SWT turun ke langit dunia. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad bersabda:

"Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, 'Orang yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni',". (HR Bukhari dan Muslim)

4. Doa Setelah Tahajud

Doa setelah Tahajud juga dapat dipanjatkan untuk mengisi waktu sepertiga malam terakhir seorang muslim. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku "Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan" tulisan Nasrul Umam S.

اللَّهُمَّ لكَ الحَمْدُ أنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ والأرْضِ ومَن فِيهِنَّ، ولَكَ الحَمْدُ لكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ والأرْضِ ومَن فِيهِنَّ، ولَكَ الحَمْدُ أنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ والأرْضِ ومَن فِيهِنَّ، ولَكَ الحَمْدُ أنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ والأرْضِ، ولَكَ الحَمْدُ أنْتَ الحَقُّ ووَعْدُكَ الحَقُّ، ولِقَاؤُكَ حَقٌّ، وقَوْلُكَ حَقٌّ، والجَنَّةُ حَقٌّ، والنَّارُ حَقٌّ، والنَّبِيُّونَ حَقٌّ، ومُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ حَقٌّ، والسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لكَ أسْلَمْتُ، وبِكَ آمَنْتُ، وعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وإلَيْكَ أنَبْتُ، وبِكَ خَاصَمْتُ، وإلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لي ما قَدَّمْتُ وما أخَّرْتُ، وما أسْرَرْتُ وما أعْلَنْتُ، أنْتَ المُقَدِّمُ، وأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لا إلَهَ إلَّا أنْتَ

Arab Latin: Allahumma lakal hamdu anta qoyyumussamawati wal ardhi wa man fihinna, wa lakal hamdu anta malikussamawati waman fihinna wa lakal hamdu anta nurussamawati wal ardhi waman fihinna wa lakal hamdhu anta haqqu wawa'dhukal haqqu waliqaa 'ukal haqqun wa qoulukal haqqun wal jannatun haqqun wannaaru haqqun wan nabiiyuna haqqun wa muhammadun sallalahu alaihi wasallama haqqun, was saa'atu haqqun. allahumma laka aslamtu, wa bika amantu, wa ilaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu wabika khasamtu wa ilaika hakamtu fagfirli maa qoddamtu wamaa akkhortu, wamaa assrortu, wamaa a'lantu wamaa anta a'lamu bihi minni antal muqoddimu wa antal walahaula wala kuata illa billah. muakkhiru lailahailla anta.

Artinya: Ya Allah segala puji bagi-Mu. Engkaulah pengatur langit, bumi, dan seisinya. Segala puji bagi-Mu. Kepunyaan-Mu lah kerajaan langit dan bumi dan seisinya. Segala puji bagi-Mu. Engkaulah cahaya langit dan bumi dan seisinya. Segala puji bagi-Mu. Kepunyaan-Mu lah kekuasaan langit dan bumi dan seisinya. Segala puji bagi-Mu. Engkau Maha Haq, janji-Mu haq, pertemuan dengan-Mu haq, firman-Mu haq, surga itu haq, neraka itu haq, nabi-nabi itu haq, Muhammad SAW itu haq, dan kiamat itu haq. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, dengan-Mu aku beriman, terhadap-Mu aku bertawakal, ke pangkuan-Mu aku kembali, karena-Mu (memberi hujjah dan penjelasan) aku berdebat, dan kepada-Mu lah aku ber hakim. Ampunilah dosaku yang telah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan, yang aku lakukan dengan diam-diam maupun yang aku lakukan secara terang-terangan. Engkaulah Yang Maha Dahulu, dan Engkaulah Yang Maha Akhir. Tidak ada Tuhan kecuali Engkau atau tidak ada Tuhan selain Allah.

Selain itu, ada juga bacaan doa setelah tahajud sesuai dengan riwayat Bukhari-Muslim. Doa ini dibaca dengan khusyuk untuk ampunan dan kebutuhan dunia dan akhirat.

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَتَّىٰ رَضِيتَ ۚ وَالْحَمْدُ لَكَ حَتَّىٰ تَرْضَىٰ ۚ وَالْحَمْدُ لَكَ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِيسْمَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ.

Arab Latin: Alhamdulillaahi hattaa radhiita, walhamdulaka hattaa tardzaa, walhamdulaka hamdan kasiiran thayyiban mubaarakan fiih. Allaahumma innii as-aluka 'iismatakal jaami'i fii ghaibil syahaadah(i), wasyhadu annna Muhammadan 'abduka wa rasuuluka.

Artinya: Segala puji bagi-Mu sehingga Engkau ridha, segala puji bagi-Mu sehingga Engkau suka, segala puji bagimu yang banyak, baik, dan penuh berkah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu nama-Mu yang meliputi segala sesuatu yang ghaib dan nyata. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.

Setelahnya bisa dilanjutkan dengan membaca doa istigfar berikut.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin: Allaahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa faghfirlii.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.

Doa Setelah Sahur

Selain amalan di atas, para ulama juga menganjurkan untuk memperbanyak doa pada waktu menjelang fajar, karena termasuk waktu mustajab. Merujuk pada detikHikmah, doa yang bisa dipanjatkan setelah sahur berbunyi:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أَتُوبُ إِلَيْه

Arab Latin: Astaghfirullahal'adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih.

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.

Selain itu, ada bacaan istigfar yang disebut sebagai rajanya doa, yakni Sayyidul Istigfar. Berikut bacaannya.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Arab Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anna 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika. Mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu u laka bini' matika 'alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta

Artinya: Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau. (HR Bukhari)

Doa ini diriwayatkan dalam beberapa hadis dan kerap dianjurkan dibaca pada waktu pagi, termasuk setelah sahur menjelang Subuh.

Itulah amalan mustajab yang bisa ditunaikan menjelang waktu sahur detikers. Semoga Ramadhan ini kita senantiasa dilimpahkan oleh rahmat-Nya.




(auh/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads