2 Bocah Hanyut di Sungai Pancar Glagas Probolinggo, 1 Tewas

2 Bocah Hanyut di Sungai Pancar Glagas Probolinggo, 1 Tewas

M Rofiq - detikJatim
Sabtu, 21 Feb 2026 17:28 WIB
Sungai Pancar Glagas, Dusun Krajan, Desa Randumerak, Kecamatan Paiton
Sungai Pancar Glagas, Dusun Krajan, Desa Randumerak, Kecamatan Paiton. (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Dua bocah perempuan hanyut terbawa arus Sungai Pancar Glagas, Dusun Krajan, Desa Randumerak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (21/2/2026).

Satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu lainnya hingga sore hari masih dicari oleh warga bersama petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Ptobolinggo, Polri/ TNI, dan relawan, menyusuri aliran Sungai Pancar Glagas.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Warga yang melintas di jembatan Randumerak melihat tubuh seorang anak terbawa arus sungai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Informasi itu segera disampaikan kepada warga sekitar yang kemudian berupaya melakukan pencarian.

Sekitar 15 menit kemudian, pukul 14.15 WIB, korban bernama Aurora Nafisa Firdausi (9), warga Dusun Morong, Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di aliran sungai yang mengarah ke Desa Randutatah.

ADVERTISEMENT

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Jabungsisir untuk penanganan lebih lanjut

Sementara itu, satu korban lainnya, Aura Firza Farzana (10), pelajar asal Dusun Kalianyar 3, Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, hingga kini belum ditemukan.

Aparat Polsek Paiton bersama warga dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Ketua RW 03 Dusun Kalianyar 3, Fauzi, mengatakan kedua korban sebelumnya mandi bersama tiga teman mereka di Sungai Pancar Glagas sekitar pukul 11.00 WIB. Sekitar satu jam kemudian, dua anak lain yang turut mandi, yakni Dafa (5) dan Erik (6), pulang ke rumah dan memberi tahu orang tua mereka bahwa Aurora dan Aura terseret arus.

"Orang tua baru mengetahui setelah anak-anak yang lain pulang dan menyampaikan kejadian itu," ujar Fauzi.

Petugas menduga derasnya arus sungai pada siang hari menjadi penyebab korban tidak mampu menyelamatkan diri.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap Aura Firza Farzana masih terus dilakukan.

Camat Paiton menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan BPBD untuk memperluas area pencarian. Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran sungai.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads