Polisi memastikan ledakan yang terjadi Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Banyuputih, Situbondo, Rabu (18/2/2026) karena petasan. Polisi juga membeberkan jumlah rumah yang rusak dan kondisi korban luka.
"Akibat ledakan petasan tersebut setidaknya ada 12 rumah yang berada di sekitar pusat ledakan yang mengalami kerusakan," kata Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) juga ditemukan beberapa barang bukti terkait adanya proses pembuatan petasan dalam jumlah cukup banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengamankan setidaknya 18 item barang bukti. Mulai bubuk bahan peledak serta selongsong petasan," beber Bayu.
Dari hasil olah TKP juga, petugas juga menemukan lubang berdiameter 52 cm dengan kedalaman 7 cm yang diduga pusat ledakan.
"Ini sebenarnya masih kategori low explosives, masih rendah. Meski tetap membawa dampak, baik jiwa maupun material," imbuh Bayu.
Sementara itu untuk korban yang mengalami luka saat ini masih mendapat perawatan di rumah sakit. Mereka rata-rata mengalami luka bakar hingga 50 persen.
"Para korban masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Masih syok, belum bisa dimintai keterangan. Luka bakar di atas 50 persen," terangnya.
Sementara berdasarkan informasi terbaru, Suryadi (50) korban meninggal, ternyata bukan pembuat petasan. Melainkan tetangga sekitar yang kebetulan sedang memperbaiki pintu gudang yang tak jauh dari lokasi ledakan.
Sebelumnya diberitakan, sebuah ledakan keras dan merusakkan belasan rumah terjadi di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Banyuputih, Situbondo, Rabu (18/2/2026).
Selain rumah rusak, ledakan tersebut juga menyebabkan satu orang meninggal dan 6 lainnya luka parah. Para korban saat ini dalam perawatan intensif di rumah sakit.
(dpe/abq)











































