Dentuman Maut di Situbondo Tewaskan Pria Pembuat Petasan

Round Up

Dentuman Maut di Situbondo Tewaskan Pria Pembuat Petasan

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Kamis, 19 Feb 2026 09:30 WIB
Penampakan rumah di Situbondo hancur imbas ledakan
Penampakan rumah di Situbondo hancur imbas ledakan (Foto: Chuk Shatu Widarsa/detikJatim)
Situbondo -

Dentuman keras yang mengguncang Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Rabu (18/2/2026), berubah menjadi tragedi. Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari petasan itu menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya, serta menghancurkan sejumlah rumah warga di sekitar lokasi.

Ledakan terjadi di sebuah rumah warga dan terdengar hingga radius sekitar satu kilometer. Warga panik berhamburan keluar rumah, sementara petugas kepolisian dibantu masyarakat setempat langsung melakukan evakuasi korban dari reruntuhan bangunan.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, warga menyebut para korban selama ini dikenal sebagai pembuat petasan. Ledakan diduga terjadi saat mereka sedang merakit petasan untuk dijual saat Ramadan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dugaan tersebut diperkuat dengan hasil awal olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh polisi yang menemukan sisa selongsong petasan berukuran besar di lokasi.

ADVERTISEMENT

Akibat peristiwa itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Supriyadi, warga setempat. Ia ditemukan dalam kondisi tertimbun reruntuhan bangunan yang ambruk akibat ledakan. Sementara lima korban lainnya, yakni Syamsul, Riko, Abdul Fais, dan Vino, mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke RSUD Asembagus untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sejumlah warga mengaku ledakan terdengar sangat keras dan menimbulkan kerusakan pada beberapa rumah di sekitar lokasi kejadian.

"Ledakannya keras sekali, terdengar sampai jauh. Ada lima orang di rumah sakit dan satu meninggal," ujar Nurhadi, salah satu warga setempat, Rabu (18/2/2026).

Untuk memastikan keamanan lokasi, polisi mensterilkan area kejadian. Sejumlah barang bukti berupa selongsong petasan turut diamankan karena dikhawatirkan masih ada sisa bahan peledak yang berpotensi membahayakan warga.

Guna mendalami penyebab ledakan, tim penjinak bom Gegana Brimob Batalyon B Bondowoso diterjunkan ke lokasi. Polisi menyita sejumlah petasan berdiameter 3-4 cm dengan panjang sekitar 15 cm dari TKP.

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie mengatakan, keterlibatan tim Jihandak Gegana Brimob diperlukan karena besarnya ledakan.

"Polres Situbondo tidak memiliki kemampuan untuk menjinakkan bom beserta peralatannya," katanya, dikonfirmasi saat berada di lokasi kejadian, Rabu (18/2/2026).

Menurut Bayu, Polres Situbondo langsung memasang garis polisi untuk mensterilkan area TKP agar tidak dimasuki pihak luar.

"Anggota juga sudah disiagakan di lokasi untuk berjaga-jaga agar masyarakat tidak mendekat TKP," tegasnya.

Ia menambahkan, olah TKP secara menyeluruh akan dilakukan setelah tim penjinak bom memastikan lokasi benar-benar aman.

"Kami nanti bersama Jibom Brimob akan segera melakukan olah TKP," tandas Bayu Anuwar Sidiqie.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads