Sholat Witir menjadi salah satu amalan yang tak pernah terlewat setelah sholat Tarawih di bulan Ramadhan. Di banyak masjid, sholat Witir dikerjakan berjemaah sebagai penutup rangkaian ibadah malam Ramadhan.
Meski identik dengan Ramadhan, penting dipahami bahwa sholat witir tidak hanya dilakukan pada bulan tersebut, melainkan bisa dikerjakan setiap malam setelah sholat Isya. Dalam praktiknya, sholat Witir dianjurkan menjadi penutup sholat malam. Anjuran ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
اِجْعَلُوْا اٰخِرَ صَلَاتِكُمْ مِنَ الَّليْلِ وِتْراً
Artinya: Jadikanlah akhir sholat kalian semua di malam hari dengan dengan sholat witir. (Syekh Wahbah Zuhaili, al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, [Bairut: Darul Fikr, Damaskus, 2010], juz II, halaman 185)
Niat Sholat Witir
Tidak ada jumlah rakaat yang ditentukan secara khusus dalam sholat Witir. Prinsip utamanya adalah ganjil, sebagaimana makna kata "witir" itu sendiri. Seseorang dapat melaksanakan satu rakaat, tiga rakaat, lima rakaat, atau jumlah ganjil lainnya.
Selama bulan Ramadhan, umumnya sholat Witir dilaksanakan tiga rakaat. Biasanya dilakukan dua rakaat salam, lalu ditutup satu rakaat. Berikut bacaan niat sholat Witir untuk dua rakaat maupun satu rakaat penutup.
Niat Sholat Witir 2 Rakaat
أُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Ushallii sunnatam minal witri rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Aku niat shalat sunah witir dua rakaat karena Allah ta'ala.
Niat Sholat Witir 1 Rakaat
أُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Ushallii sunnatal witri rak'atan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Aku niat shalat sunah witir satu rakaat karena Allah ta'ala.
Dalam pelaksanaan sholat Witir tiga rakaat, Rasulullah SAW menganjurkan membaca surah Al-A'la pada rakaat pertama dan Al-Kafirun pada rakaat kedua. Sedangkan, pada rakaat terakhir (satu rakaat terpisah), dianjurkan membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
Doa Setelah Sholat Witir
Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih dan menjadi amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW sebagai bentuk penghambaan dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Berikut doa setelah sholat witir sebagaimana hadis sahih riwayat Abu Dawud.
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ ×٣
اَللّٰهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Arab Latin: Allahumma inni a'udzu biridhaka min sakhathika wa bi mu'afatika min 'uqubatika wa a'udzubika minka la uhshi tsana'an 'alaika anta kama atsnaita 'ala nafsika.
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu, dan berlindung kepada-MU dari siksaan-Mu. Aku tidaklah mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau menyanjung/memuji diri-Mu sendiri. (HR Abu Daud, At Tirmidzi)
Sholat witir bukan sekadar penutup tarawih, melainkan penutup ibadah malam yang memiliki keutamaan besar. Dengan memahami niat dan tata caranya, ibadah ini dapat dilakukan dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.
Simak Video "Video Ada Ground Check PBI-JK, Menko PM: Kita Ingin Bantuan Tepat Sasaran"
(hil/irb)